Fungsi PROPAM sebenarnya sangat vital mereka diharapkan menjadi benteng terakhir yang menjaga nama baik dan citra Polri.
Mereka harus memastikan setiap anggota bertindak sesuai koridor etik dan hukum yang berlaku. Namun realitanya, ironi justru terjadi di lapangan.
Yang mengejutkan, justru dari dalam PROPAM sendiri muncul praktik pemerasan terhadap polisi bermasalah. Lalu bagaimana mungkin polisi bermasalah bisa berubah menjadi baik, kalau institusi yang seharusnya membenahi malah ikut bermasalah? Persis seperti pepatah, jeruk makan jeruk.
"Bagaimana polisi bermasalah menjadi baik, kalau Propamnya sendiri bermasalah?"
Artikel Terkait
Pilkada oleh DPRD: Efisiensi atau Mundur dari Demokrasi?
Indonesia Siap Jadi Magnet Investasi Semikonduktor Global
Kunci Ekonomi 2026: Kemkeu dan BI Harus Kompak di Waktu yang Tepat
Diam Bukan Kosong: Perlawanan Sunyi di Era Kebisingan