"Dan sebaliknya juga pendidikan umum sekarang ini banyak yang gulung, banyak yang krisis murid. Mereka itu lari ke madrasah, lari ke pondok. Itu kan urusannya masyarakat ya kan. Karena itu masyarakat itu menilai anak saya nanti di masa depan seperti apa," tuturnya lebih lanjut.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia pun mengklaim memiliki data pendukung. Menurut data Kementerian Agama yang ia pegang, angka peminat madrasah terus merangkak naik dari tahun ke tahun.
"Jadi kami punya data di Kementerian Agama bahwa peminat untuk masuk di madrasah itu semakin meningkat dari tahun ke tahun," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa hal ini menunjukkan masyarakat punya pilihan dan pertimbangan mereka sendiri. Meski ada beragam isu yang beredar, termasuk soal bullying, tampaknya hal itu tidak menyurutkan minat mereka.
"Berarti masyarakat ini kan punya choice-nya sendiri kan. Kenapa mereka masuk ke madrasah, kenapa mereka masuk ke pondok pesantren, walau pun ada isu macam-macam ya. Mereka kan sangat objektif juga melihat," lanjut Nasaruddin menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah