Menag Soroti Kasus Bullying di Pesantren: Peminat Justru Terus Meningkat

- Rabu, 26 November 2025 | 14:42 WIB
Menag Soroti Kasus Bullying di Pesantren: Peminat Justru Terus Meningkat
Komentar Menag Soal Kasus Bullying di Pesantren

Belum lama ini, dunia pendidikan kembali dihebohkan oleh sebuah insiden di Aceh Besar. Seorang santri di bawah umur nekat membakar gedung asrama putra Dayah Babul Maghfirah. Aksi nekat itu, menurut laporan, didorong oleh rasa frustrasi karena kerap mengalami perundungan atau bullying dari beberapa temannya sendiri.

Merespon kejadian ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar angkat bicara. Dalam acara International Conference on Indonesian Islam di UINSA Surabaya, Rabu lalu, ia memberikan pandangannya. Menurutnya, pesantren seringkali hanya dijadikan objek dalam kasus-kasus semacam ini.

"Sebetulnya kalau bullying itu ya aslinya bukan dari pondok pesantren, cuma pondok pesantrennya kadang-kadang jadi objek," ujar Nasaruddin.

Ia tak menampik bahwa lembaga pendidikan manapun bisa menjadi sasaran. Namun begitu, publik menurutnya punya cara sendiri untuk menilai.

"Tapi sehebat apa pun pesantren jadi target dan jadi objek tetapi masyarakat juga akan menilai. Sekarang buktinya bahwa walaupun begitu, pondok pesantren sekarang ini peminatnya semakin bertambah," tambahnya, meyakinkan.

Di sisi lain, Nasaruddin justru melihat fenomena menarik. Sementara banyak sekolah umum yang sepi peminat bahkan sampai harus gulung tikar, minat terhadap madrasah dan pesantren justru menunjukkan tren sebaliknya. Masyarakat, katanya, justru berbondong-bondong memilih kedua lembaga pendidikan itu untuk anak-anak mereka.

"Dan sebaliknya juga pendidikan umum sekarang ini banyak yang gulung, banyak yang krisis murid. Mereka itu lari ke madrasah, lari ke pondok. Itu kan urusannya masyarakat ya kan. Karena itu masyarakat itu menilai anak saya nanti di masa depan seperti apa," tuturnya lebih lanjut.

Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia pun mengklaim memiliki data pendukung. Menurut data Kementerian Agama yang ia pegang, angka peminat madrasah terus merangkak naik dari tahun ke tahun.

"Jadi kami punya data di Kementerian Agama bahwa peminat untuk masuk di madrasah itu semakin meningkat dari tahun ke tahun," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa hal ini menunjukkan masyarakat punya pilihan dan pertimbangan mereka sendiri. Meski ada beragam isu yang beredar, termasuk soal bullying, tampaknya hal itu tidak menyurutkan minat mereka.

"Berarti masyarakat ini kan punya choice-nya sendiri kan. Kenapa mereka masuk ke madrasah, kenapa mereka masuk ke pondok pesantren, walau pun ada isu macam-macam ya. Mereka kan sangat objektif juga melihat," lanjut Nasaruddin menutup pernyataannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar