Balita Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung di Sidoarjo

- Jumat, 06 Maret 2026 | 16:55 WIB
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung di Sidoarjo

Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Seorang balita berusia tiga tahun tewas, dan yang diduga kuat sebagai pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri.

Korban, seorang anak berinisial R, merupakan putra dari Ahmad Reza Yudiansyah (26), warga Desa Kemangsen. Polisi telah menahan sang ayah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, kasus ini mulai terbuka Jumat pagi lalu. Sekitar pukul sembilan lebih, Reza mendatangi kepala dusunnya dengan panik. Ia meminta tolong agar anaknya yang sedang kejang-kejang segera dibawa ke bidan desa.

“Saat kami cek, terdapat beberapa luka memar pada tubuh korban, seperti di bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha,” ujar Sugeng.

Namun begitu, kondisi si kecil R ternyata jauh lebih mengkhawatirkan. Bidan desa yang memeriksa langsung menyarankan agar anak itu secepatnya dilarikan ke RSUD Sidoarjo Barat. Sayangnya, semua sudah terlambat.

Saat tiba di rumah sakit, nyawa R tak tertolong lagi. Ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibawa pulang ke rumah mertua pelaku. Di sana, terjadi hal yang mencurigakan: Reza sempat melarang warga sekitar untuk melihat kondisi anaknya yang sudah tak bernyawa itu. Sikap ini kemudian memantik kecurigaan.

Dari interogasi awal, pelaku akhirnya mengaku. Ia melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya itu dengan tangan kosong. Polisi kini masih mendalami motif di balik kekerasan yang tak terpikirkan ini.

Tim dari Unit Inafis dan PPA Polresta Sidoarjo turun tangan. Mereka berkoordinasi erat untuk mengolah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Kasus ini masih terus diselidiki, meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan tentu saja, menggugah pertanyaan besar di masyarakat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar