Syakban bercerita tentang metode dakwahnya yang menyesuaikan kondisi setempat. "Kita lebih banyak mendatangi rumah-rumah. Soalnya jemaah rumahnya jauh-jauh, ada yang bahkan tidak punya kendaraan," ujarnya.
Materi dakwah yang diberikan masih sangat dasar, mengingat pemahaman agama warga yang masih terbatas. Di kampung dengan 40 KK muslim ini, Syakban fokus pada hal-hal praktis.
"Mereka diajari salat, baca Al-Quran, taharah, bersuci. Hal-hal dasar yang masih perlu disampaikan di sini," katanya.
"Latar belakang mereka memang belum pernah belajar agama sama sekali," lanjut Syakban.
Kehadiran program Dompet Dhuafa ini disambut gembira. Syakban mengaku senang dengan perhatian yang diberikan kepada jemaahnya.
"Senang sekali. Dompet Dhuafa peduli dengan muslim di Samosir. Perhatiannya untuk anak mengaji, ibu-ibu lansia, dan bapak-bapak. Alhamdulillah, sudah banyak bantuan yang diberikan," ucap Syakban dengan nada haru.
Perasaan senasib diungkapkan Nerli Boru Butar Butar (49), salah satu penerima bantuan. Perempuan paruh baya ini menyampaikan terima kasihnya.
"Saya berterima kasih kepada bapak ustaz, semua yang datang dari Jakarta. Terima kasih banyak, sebesar-besarnya," pungkasnya dengan suara bergetar.
Artikel Terkait
Kemayoran Tergenang, 23 Titik di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini
Brehoh dan Kerinduan akan Pemimpin yang Mau Mendengar
Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat, Resmikan 166 Unit Baru di Seluruh Indonesia
Lumpur dan Air Mata di Puing Usaha Kerupuk Juharti