murianetwork.com - Dalam upaya meningkatkan teknologi kesehatan pada perangkat wearable mereka, Samsung dan Apple tengah bersaing dalam mengembangkan metode non-invasif untuk pemantauan kadar gula darah dan tekanan darah.
Persaingan ini diharapkan membawa kemajuan signifikan dalam perangkat pemantauan kesehatan, dengan Apple telah mengeksplorasi teknik pemantauan glukosa darah tanpa jarum selama bertahun-tahun.
Tujuan mereka adalah membuat proses pemantauan lebih mudah bagi pasien dengan menghilangkan kebutuhan akan penindikan kulit dan pengambilan darah.
Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Realme 8i vs Xiaomi Redmi Note 9 Pro
Huawei juga turut serta dengan merilis Huawei Watch 4 yang memiliki kemampuan pemantauan glukosa non-invasif.
Meskipun tidak langsung membaca kadar glukosa darah, fungsi ini menilai risiko gula darah tinggi melalui sepuluh metrik kesehatan.
Samsung, melalui Head of Digital Health, Hon Pak, menyoroti pentingnya pemantauan glukosa darah non-invasif, khususnya bagi pasien diabetes.
Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A54 5G vs Vivo V29 5G
Dalam wawancara dengan Bloomberg, Pak menyatakan keyakinannya bahwa perangkat wearable yang terus menerus mengukur tekanan darah dan glukosa darah akan merevolusi manajemen kesehatan.
Meskipun belum ada jadwal spesifik, ia meyakini teknologi ini akan hadir dalam beberapa bentuk dalam lima tahun mendatang.
Samsung juga memiliki rencana untuk meluncurkan Galaxy Ring, sebuah cincin yang dapat dikenakan dengan fokus pada pelacakan aktivitas dan kualitas tidur.
Baca Juga: Perbandingan iQOO 12 dan Oppo Reno 11 Pro: Duel Smartphone dengan Performa Tinggi, Mana Lebih Baik?
Kelebihannya terletak pada daya tahannya yang memungkinkan pemakaian terus menerus, sehingga tidak perlu dilepas untuk pengisian daya, memastikan pemantauan kesehatan yang konsisten.
Selain itu, Samsung akan meningkatkan headphone pintar untuk mengukur suhu tubuh dan detak jantung.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tinewss.com
Artikel Terkait
Chery Q Resmi Meluncur di Indonesia, Mobil Listrik Hatchback dengan Daya Tempuh 400 Kilometer
BYD Atto 1 Hadirkan Varian STD Seharga Rp199 Juta, Target Perluas Pasar Mobil Listrik Perkotaan
Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 42,5 Persen pada April 2026, Capai 14.815 Unit
Jetour G700 Seberangi Sungai Ekstrem Sepanjang 1,2 Kilometer dalam 10 Menit, Cetak Tiga Rekor Sekaligus