Di kompleks DPR-MPR Senayan, Selasa lalu, suara Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin terdengar lantang menyoroti sebuah persoalan yang menurutnya kian mengkhawatirkan: maraknya kasus bullying di kalangan generasi muda. Ia tak segan menyebut bahwa dampak dari aksi semacam ini bisa sangat merusak, bahkan menghantui masa depan anak-anak Indonesia.
"Bullying ini, buat saya sebagai orang yang muda, itu berbahaya sekali," ujarnya dengan nada serius.
"Bukan cuma menghancurkan, tapi benar-benar merusak. Bisa menghantui masa depan generasi muda kita."
Menurut Sultan, langkah antisipasi harus lebih digencarkan. Ia menilai, pengawasan harus diperketat bahkan hingga level desa. Di sisi lain, struktur pemerintahan desa yang kini semakin digital dinilainya bisa jadi modal bagus untuk memantau berbagai kejadian dengan lebih cepat. Tapi, ia tak ingin semuanya berjalan reaktif.
"Setiap saat sebenarnya praktik apa pun yang terjadi di negara kita pasti cepat tertangkap. Tapi kan kita enggak mau justru setelah kejadian baru kita bergerak," katanya.
"Kalau bisa sih antisipasi. Makanya pengawasan harus diperketat."
Ia pun mendorong kementerian terkait, termasuk Kementerian PPA dan Kemendikbud, serta pemerintah daerah, untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tegas. Misalnya, dengan membentuk semacam task force atau status darurat khusus penanganan bullying.
"Kalau perlu dibuat status semacam apa namanya, task force atau darurat bullying," ungkap Sultan.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menekankan pentingnya peran negara dalam melindungi anak dan remaja. Baginya, mereka seringkali berada dalam kondisi psikologis yang rentan dan penuh ketakutan.
"Nah, sudah selayaknya memang, ya Presiden tentu tidak mungkin pikirin semua, tapi kan perangkat banyak," ujarnya.
"Jadi sekali lagi kami menyampaikan duka mendalam kepada korban. Kita prihatin, kita simpati, kita berempati. Tapi yang paling penting, stakeholder negara yang memang menjadi leading sector-nya harus betul-betul berada di posisi paling depan untuk memastikan ini tidak terulang lagi."
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday