Di kompleks DPR-MPR Senayan, Selasa lalu, suara Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin terdengar lantang menyoroti sebuah persoalan yang menurutnya kian mengkhawatirkan: maraknya kasus bullying di kalangan generasi muda. Ia tak segan menyebut bahwa dampak dari aksi semacam ini bisa sangat merusak, bahkan menghantui masa depan anak-anak Indonesia.
"Bullying ini, buat saya sebagai orang yang muda, itu berbahaya sekali," ujarnya dengan nada serius.
"Bukan cuma menghancurkan, tapi benar-benar merusak. Bisa menghantui masa depan generasi muda kita."
Menurut Sultan, langkah antisipasi harus lebih digencarkan. Ia menilai, pengawasan harus diperketat bahkan hingga level desa. Di sisi lain, struktur pemerintahan desa yang kini semakin digital dinilainya bisa jadi modal bagus untuk memantau berbagai kejadian dengan lebih cepat. Tapi, ia tak ingin semuanya berjalan reaktif.
"Setiap saat sebenarnya praktik apa pun yang terjadi di negara kita pasti cepat tertangkap. Tapi kan kita enggak mau justru setelah kejadian baru kita bergerak," katanya.
"Kalau bisa sih antisipasi. Makanya pengawasan harus diperketat."
Artikel Terkait
Desa Tempur Terkepung: 3.500 Jiwa Terisolasi Usai Longsor dan Jalan Putus Total
Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema
Residivis Motor Dibekuk Usai Beraksi Empat Kali Sehari dan Tembak Warga
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba