Anggota DPR Usman Husin Tantang Menteri Kehutanan: Kalau Tak Mampu, Mundur Saja!

- Jumat, 05 Desember 2025 | 02:10 WIB
Anggota DPR Usman Husin Tantang Menteri Kehutanan: Kalau Tak Mampu, Mundur Saja!

Suasana di Rapat Kerja Komisi IV DPR RI pada Kamis (4/12) lalu memanas. Anggota komisi dari PKB, Usman Husin, tak sungkan menyampaikan kritik pedasnya langsung kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang hadir di hadapannya.

Intinya, Usman menilai sang menteri tak punya pemahaman memadai soal persoalan kehutanan di Indonesia. Bahkan, dengan nada keras, ia menyarankan Raja Juli untuk mundur saja dari jabatannya jika merasa tak mampu.

"Pak Menteri lihat nggak bencana Sumatera?" tanyanya dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, itu.

Menurut Usman, melihat kondisi yang ada, seharusnya semua izin pelepasan kawasan hutan di Pulau Sumatera dihentikan total. Ia mendesak penjelasan konkret tentang berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk penanaman ulang, dan bagaimana caranya pohon berdiameter dua meter bisa tumbuh kembali.

"Inilah tanggung jawab Pak Menteri. Pak Menteri tidak boleh lempar ke yang terdahulu," tegasnya.

Kritiknya kemudian berujung pada saran yang terang-terangan. Usman merasa, saran untuk mundur itu dilandasi rasa prihatin.

"Sehingga mohon izin teman-teman Komisi IV, saya keras karena saya paling hatinya kasih. Saya saran Pak Menteri, kalau Pak Menteri nggak mampu, mundur aja. Pak Menteri nggak paham tentang kehutanan," ucap Usman dengan tegas.

Ia juga menyelipkan perkataan Wakil Ketua Komisi IV, Ahmad Yohan, yang sebelumnya mengutip sebuah hadis. Usman seolah menegaskan bahwa apa yang dikhawatirkan rekan kerjanya itu kini benar-benar terjadi di lapangan.

Desakan untuk mundur dari seorang anggota dewan tentu bukan hal sepele. Apalagi disampaikan secara terbuka dalam forum resmi. Ini jelas menjadi tekanan politik tersendiri bagi Raja Juli Antoni di awal masa kerjanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler