Suasana di Rapat Kerja Komisi IV DPR RI pada Kamis (4/12) lalu memanas. Anggota komisi dari PKB, Usman Husin, tak sungkan menyampaikan kritik pedasnya langsung kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang hadir di hadapannya.
Intinya, Usman menilai sang menteri tak punya pemahaman memadai soal persoalan kehutanan di Indonesia. Bahkan, dengan nada keras, ia menyarankan Raja Juli untuk mundur saja dari jabatannya jika merasa tak mampu.
"Pak Menteri lihat nggak bencana Sumatera?" tanyanya dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, itu.
Menurut Usman, melihat kondisi yang ada, seharusnya semua izin pelepasan kawasan hutan di Pulau Sumatera dihentikan total. Ia mendesak penjelasan konkret tentang berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk penanaman ulang, dan bagaimana caranya pohon berdiameter dua meter bisa tumbuh kembali.
"Inilah tanggung jawab Pak Menteri. Pak Menteri tidak boleh lempar ke yang terdahulu," tegasnya.
Kritiknya kemudian berujung pada saran yang terang-terangan. Usman merasa, saran untuk mundur itu dilandasi rasa prihatin.
"Sehingga mohon izin teman-teman Komisi IV, saya keras karena saya paling hatinya kasih. Saya saran Pak Menteri, kalau Pak Menteri nggak mampu, mundur aja. Pak Menteri nggak paham tentang kehutanan," ucap Usman dengan tegas.
Ia juga menyelipkan perkataan Wakil Ketua Komisi IV, Ahmad Yohan, yang sebelumnya mengutip sebuah hadis. Usman seolah menegaskan bahwa apa yang dikhawatirkan rekan kerjanya itu kini benar-benar terjadi di lapangan.
Desakan untuk mundur dari seorang anggota dewan tentu bukan hal sepele. Apalagi disampaikan secara terbuka dalam forum resmi. Ini jelas menjadi tekanan politik tersendiri bagi Raja Juli Antoni di awal masa kerjanya.
Artikel Terkait
Bosnia Unggul 2-1 atas Qatar di Babak Pertama, Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Jadwal Imsak dan Berbuka Puasa di Surabaya, Kamis 25 Juni 2026
Autopsi Ungkap Pria di Sukabumi Tewas dengan Luka Senjata Tajam dan Tumpul di Kepala-Leher
Komisi IX DPR Desak Bongkar Jaringan SPPG Fiktif di Cilacap, Buka Peluang Tersangka Baru