Kasus begal yang menimpa seorang petugas pemadam kebakaran di Gambir, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Korban, Bimo Margo Hutomo (30), menjadi sasaran lima pelaku yang ternyata punya modus operandi cukup spesifik. Menurut polisi, mereka ini tak sekadar menunggu mangsa, tapi aktif berburu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan polanya saat jumpa pers, Kamis (16/4/2026).
"Jadi mereka "hunting", tapi nggak terus-terusan "nyari" motor. Lebih ke kesempatan, kalau "emang" lihat ada orang yang nggak awas, ya langsung mereka begal," ujar Roby.
Nahas, hasil kejahatan mereka ternyata dipakai untuk hal-hal yang jauh dari kata positif. Uang hasil penjualan motor korban dibelanjakan untuk bersenang-senang, bahkan sampai ke pesta narkoba. Tak heran, para pelaku ini kemudian dinyatakan positif mengonsumsi amfetamin.
"Dijual motornya, terus hasilnya buat mereka "happy-happy gitu". Kurang lebih begitu, duitnya dipakai untuk pesta narkoba," tambah Roby.
Lima orang yang sudah diamankan polisi adalah F (30), RS (19), TA (20), R (21), dan RA (24). Dari kelimanya, tiga orang yakni F alias Encek, TA, dan R bukan wajah baru. Mereka adalah residivis yang pernah merasakan dinginnya jeruji penjara.
Kini mereka kembali mendekam, kali ini diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara berdasarkan Pasal 479 KUHP. Meski lima orang sudah ditahan, polisi mengaku belum selesai. Masih ada empat orang lainnya yang diburu karena diduga terlibat dalam komplotan ini. Identitas mereka konon sudah diketahui.
Motor Disamarkan, Warna Diubah
Yang menarik, komplotan ini ternyata cukup cerdik dalam mengolah barang bukti. Mereka tak langsung menjual motor hasil begalan. Ada upaya penyamaran yang dilakukan, salah satunya dengan mengubah warna motor korban.
AKBP Roby Heri Saputra membeberkan hal ini dalam kesempatan terpisah, Rabu (15/4).
"Motornya sendiri ternyata masih dititipkan atau baru DP, nominalnya belum "fix". Tapi sudah ada upaya penyamaran. Seperti yang rekan-rekan lihat, motor yang kita tampilkan ini warnanya sudah berbeda," jelasnya.
Menurut Roby, perubahan warna dari merah menjadi oranye itu adalah strategi. Tujuannya jelas: agar motor lebih mudah dijual, dan tentu saja, dengan harga yang lebih tinggi.
"Jadi sudah ada upaya untuk menyamarkan. Mungkin rencananya akan dijual ke tempat yang lebih jauh. Dengan diganti warnanya, ya, harapannya kendaraan itu nggak gampang dikenali," ucap Roby.
Upaya itu, bagaimanapun, akhirnya sia-sia. Motor itu kini menjadi barang bukti yang menguatkan jerat hukum terhadap para pelaku.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Penemuan Jasad Perempuan di Rumahnya Sendiri di Serpong
Polisi Bongkar Kasus Penyelundupan Sepatu Adidas dari Pabrik Ekspor, Satu Otak Masih Buron
Jubir KPK Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Menteri Fadli Zon Dorong Klenteng Tertua di Padang Jadi Cagar Budaya Nasional