Iman Rachman Pamit dari Pucuk BEI di Tengah Gejolak Pasar

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20 WIB
Iman Rachman Pamit dari Pucuk BEI di Tengah Gejolak Pasar

Iman Rachman memutuskan mundur dari kursi puncak PT Bursa Efek Indonesia. Pengunduran diri Direktur Utama BEI itu cukup mengejutkan, datang di tengah gejolak pasar yang dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pasar sempat benar-benar bergetar. Pada akhir Januari 2026 lalu, IHSG anjlok 8 persen dalam dua hari. Kejatuhan itu memaksa bursa menghentikan perdagangan trading halt selama sebulan penuh. Suasana saat itu bisa dibilang mencekam.

Namun begitu, angin mulai berbalik. Indeks rebound setelah OJK dan lembaga self-regulatory bereaksi cepat, memenuhi tuntutan MSCI soal transparansi kepemilikan saham. Sebelumnya, raksasa keuangan global itu mengancam akan mendepak saham Indonesia dari indeksnya, bahkan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier.

Lantas, siapa sebenarnya Iman Rachman?

Pria asal Padang Pariaman ini diangkat menjadi Dirut BEI pada RUPST Juni 2022, untuk masa jabatan empat tahun. Dia mengambil alih dari Inarno Djayadi, yang kini berpindah ke OJK. Latar belakang Iman di dunia pasar modal sudah tak diragukan lagi.

Karirnya dimulai dari Danareksa Sekuritas pada 1998. Lalu, dia menghabiskan waktu lebih dari satu dekade di Mandiri Sekuritas, tepatnya sebagai Direktur Investment Banking. Setelah itu, dunia BUMN menyapanya. Iman sempat memegang tampuk di Pelindo III dan Perusahaan Pengelola Aset, sebelum akhirnya menjabat Direktur Strategi Pertamina.

Di bidang pendidikan, dia menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Unpad dan MBA Finance dari Leeds University.

Prestasi selama memimpin BEI pun cukup banyak. Di bawah komandonya, bursa meluncurkan IDX Karbon dan waran terstruktur. IHSG juga beberapa kali mencatatkan rekor tertinggi baru. Tapi bagi Iman, yang tak kalah penting adalah menjaga kualitas pasar.

Dia punya pandangan yang jelas tentang hal ini.

Seleksi terhadap calon emiten, menurutnya, harus ketat. Itu adalah bentuk perlindungan fundamental bagi investor ritel. Dia aktif mendorong perusahaan-perusahaan berkualitas untuk masuk ke pasar modal Indonesia, sembari menjaga agar standar tak goyah.

Kini, dengan pengunduran dirinya yang mendadak, babak kepemimpinan Iman di BEI pun berakhir sebelum waktunya. Pasar menunggu, apa langkah selanjutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar