Franca Resmi Tinggalkan Persija, Arema Jadi Pelabuhan Baru

- Senin, 19 Januari 2026 | 12:00 WIB
Franca Resmi Tinggalkan Persija, Arema Jadi Pelabuhan Baru
Persija Lakukan Perombakan, Franca Hengkang ke Arema

Persija Jakarta tak main-main menyambut putaran kedua. Macan Kemayoran baru saja mengonfirmasi sebuah keputusan penting: mereka melepas gelandang serang asal Brasil, Gustavo Franca. Pemain 27 tahun itu akan bergabung dengan Arema FC, tentu saja, dengan status pinjaman. Rival lama dapat pemain baru.

Konfirmasi ini datang langsung dari Manajer Persija, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko. Menurutnya, langkah ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat tim di paruh musim yang tersisa. "Ini semua untuk kebaikan tim ke depan," kira-kira begitu penjelasan yang diberikan.

Sebenarnya, kepergian Franca bukanlah kejutan besar. Performanya di putaran pertama boleh dibilang mengecewakan. Dari 13 kali turun, ia cuma bikin satu gol dan dua assist. Angka yang jauh dari harapan untuk pemain yang diandalkan jadi motor serangan.

Statistiknya berbicara sendiri. Total menit bermainnya cuma 567. Artinya, Franca lebih sering duduk di bangku cadang atau ditarik lebih awal oleh pelatih. Ia sepertinya kesulitan menyesuaikan diri dengan skema taktik yang diinginkan.

Namun begitu, soal performa bukan satu-satunya alasan. Ada masalah lain yang lebih mendesak: Persija kebanyakan pemain asing. Sebelum Franca pergi, skuad mereka menampung 12 pemain asing. Jumlah itu jelas berlebihan dan bisa mengganggu keseimbangan tim.

Kondisi itu makin pelik setelah kedatangan striker anyar asal Maroko, Alaeddine Ajaraie. Pemain ini dipinjam dari klub India, NorthEast United FC. Manajemen memproyeksikannya sebagai ujung tombak baru yang diharapkan bisa mengasah kembali serangan Persija yang sempat tumpul.

Dengan semua perubahan ini, profil pemain asing Persija pun berubah. Mereka mengganti seorang playmaker dengan striker murni. Harapannya jelas: Ajaraie bisa langsung berdampak dan jadi pemecah kebuntuan di lini depan.

Bagi Gustavo Franca sendiri, perjalanan ke Malang ini adalah kesempatan emas. Sebuah peluang kedua untuk membuktikan diri di Liga Indonesia, setelah masa singkatnya di Jakarta yang kurang berkilau. Tinggal tunggu, apakah ia akan bersinar bersama Singo Edan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar