Bendung Jamuan di Aceh Utara Rusak, 1.600 Hektar Sawah Terdampak

- Senin, 20 April 2026 | 10:20 WIB
Bendung Jamuan di Aceh Utara Rusak, 1.600 Hektar Sawah Terdampak

Di Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Sawang, situasi darurat sedang ditangani. Bendung Jamuan, infrastruktur vital untuk irigasi, mengalami kerusakan. Kementerian Pekerjaan Umum lewat Balai Teknik Irigasi dan BWS Sumatera I sudah turun tangan. Mereka tak cuma mengatasi keadaan darurat, tapi juga menyiapkan desain untuk perbaikan permanen.

Rencananya, akan dibangun bendung baru yang cukup besar sekitar 600 meter panjangnya dengan lebar 100 meter. Tak hanya itu, saluran pembawa menuju intake yang ada juga akan diperpanjang kurang lebih 600 meter. Ini proyek yang ambisius.

Menurut sejumlah saksi, kerusakan bermula dari banjir yang mengubah aliran sungai. Tanggul yang ada jebol, air pun mengalir liar meninggalkan posisi semula. Akibatnya, bendung tak bisa lagi menyalurkan air dengan optimal ke jaringan irigasi. Dampaknya langsung terasa: sekitar 1.600 hektare lahan persawahan provinsi kekurangan air. Aktivitas warga untuk mengolah lahan dan masa tanam pun terganggu. Percepatan penanganan jadi hal yang krusial.

Nah, pendanaan untuk program ini rencananya akan mengalir dari skema pemerintah. Ada dukungan dari Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan irigasi, plus program rehabilitasi pascabencana di Sumatera. Harapannya, penanganan permanen ini nggak cuma memulihkan, tapi juga bikin infrastruktur lebih tahan banting menghadapi perubahan hidrologi dan ancaman bencana di masa depan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan poin penting ini.

"Penanganan ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur sumber daya air berfungsi optimal untuk mendukung ketahanan pangan," kata Dody, dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

Dia menekankan, pembangunan dan perawatan infrastruktur irigasi adalah bagian dari strategi menjaga produksi pertanian nasional. Meski kewenangan pengelolaan ada di pemda, BWS Sumatera I tetap bakal memberikan dukungan teknis penuh. Koordinasi dengan Pemprov dan berbagai pemangku kepentingan juga digenjot agar pemulihan layanan irigasi bisa lebih cepat.

Di sisi lain, upaya darurat sudah dimulai sejak 19 April. Alat-alat berat sudah dimobilisasi ke lokasi. Sejumlah langkah sementara diambil: membangun tanggul darurat sepanjang 375 meter untuk mengalihkan aliran sungai, membuat kolam tampungan, dan memompa air agar suplai ke lahan pertanian yang terdampak tetap jalan.

Respons dari lokal pun datang. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat ini untuk memenuhi kebutuhan warga Jamuan.

Pj Sekretaris Camat Sawang, Efendi Nur, juga menyatakan kesiapan untuk mengawal proses di lapangan.

Effendi berharap penanganan ini segera memulihkan fungsi bendung dan layanan irigasi sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas, termasuk dalam sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air sehari-hari.

Jadi, selain fokus pada solusi jangka pendek, Kementerian PU rupanya juga sedang memikirkan solusi jangka panjang. Mereka bertekad mendorong percepatan pemulihan infrastruktur air, yang ujung-ujungnya untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Semoga saja rencana besar ini berjalan mulus.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar