Pemain Kunci Timnas U-20 Dicoret Usai Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan

- Senin, 20 April 2026 | 08:40 WIB
Pemain Kunci Timnas U-20 Dicoret Usai Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan

JAKARTA – Nasib Fadly Alberto Henga di Timnas Indonesia U-20 sudah diputuskan. Pemain Bhayangkara U-20 itu resmi dicoret dari skuad Garuda Nusantara. Semuanya berawal dari sebuah insiden keras di lapangan, tepatnya saat menghadapi Dewa United U-20.

Kejadiannya di pertandingan Elite Pro Academy, Minggu lalu di Stadion Citarum, Semarang. Suasana memang sudah memanas, dengan friksi antara official dan pemain di pinggir lapangan. Tapi yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan.

Dari tengah lapangan, Fadly tiba-tiba melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain lawan. Korban langsung terjatuh. Aksi brutal itu, yang terekam jelas, langsung jadi sorotan dan menuai kecaman.

Respon dari Badan Tim Nasional (BTN) pun datang cepat. Tidak pakai lama.

"Sudah dicoret di timnas Alberto hengga. Dia pemain kunci timnas U-20," tegas Ketua BTN, Sumardji, mengonfirmasi keputusannya.

Pernyataan singkat itu sekaligus mengakhiri status Henga sebagai salah satu pilar penting tim. Padahal, posisinya sebelumnya sangat diandalkan. Sekarang, habis sudah karena satu momen emosi yang tak terkendali.

Menurut sejumlah saksi, insiden ini benar-benar mengejutkan. Tindakan di lapangan dinilai tak bisa ditolerir, apalagi di level tim nasional. Dampaknya jelas bukan main: karirnya di tingkat Garuda Nusantara pupus seketika.

Namun begitu, ini mungkin belum akhir dari konsekuensi yang ia terima. Sanksi lanjutan masih mungkin diberikan. Pihak BTN menyatakan masih melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan langkah berikutnya.

“Keputusan lanjutan akan disampaikan kemudian,” ujar Sumardji, menambahkan bahwa prosesnya masih berjalan.

Kasus Fadly ini, mau tak mau, jadi pengingat pahit bagi semua pemain muda. Disiplin dan sikap profesional adalah harga mati. Di lapangan hijau, setiap luapan emosi bisa berakibat fatal, meruntuhkan karier yang dibangun bertahun-tahun dalam sekejap.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar