Keterangan ini kemudian membawa tim penyidik ke lokasi penemuan jenazah. Dengan bantuan unit K-9 dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, mereka berhasil menemukan kerangka manusia di Kali Cirewed, Bogor.
Alvaro sendiri terakhir terlihat hidup saat salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Masjid itu letaknya masih dalam lingkungan tempat tinggalnya. Sejak saat itu, ia menghilang tanpa jejak.
Motif di balik kejahatan ini ternyata adalah balas dendam. Alex diduga menaruh dendam terhadap istrinya, yang kemudian ia lampiaskan pada Alvaro.
Dalam perjalanan setelah diculik, Alvaro terus menangis dan meminta pulang. Tangisannya yang tak henti membuat Alex panik. Ia kemudian menutup mulut anak itu hingga lemas.
Kondisi Alvaro semakin memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 9 Maret 2025. Jenazahnya kemudian dibungkus plastik hitam dan dibuang di sekitar jembatan di Tenjo, Bogor.
Delapan bulan pencarian berakhir dengan penemuan yang menyedihkan. Sebuah kerangka di sungai, mengakhiri misteri hilangnya seorang anak yang ternyata menjadi korban kekejaman orang terdekatnya sendiri.
Artikel Terkait
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah
Yordania Serang Basis ISIS di Suriah, Sementara Kurdi Dievakuasi dari Aleppo
Java FX: Platform Trading yang Buka Akses Global dan Utamakan Edukasi
Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus, Fokuskan pada Industri Garmen hingga Semikonduktor