Ayah Tiri Tersangka Ungkap Nasib Alvaro Kiano di Bogor Setelah Delapan Bulan Hilang

- Selasa, 25 November 2025 | 02:30 WIB
Ayah Tiri Tersangka Ungkap Nasib Alvaro Kiano di Bogor Setelah Delapan Bulan Hilang
Kasus Pembunuhan Alvaro Kiano

Kasus Pembunuhan Alvaro Kiano: Titik Terang Setelah Delapan Bulan

Setelah delapan bulan lamanya, kasus hilangnya Alvaro Kiano akhirnya menemui titik terang yang tragis. Polisi berhasil mengungkap fakta bahwa Alex Iskandar, ayah tiri korban, adalah pelaku utama dalam penculikan dan pembunuhan bocah malang itu.

AKBP Ardian Satrio Utomo dari Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan memaparkan kronologi panjang pencarian yang dilakukan pihaknya. Semua berawal di Maret 2025, ketika Alvaro pertama kali dilaporkan hilang. Sejak saat itu, tim gabungan yang melibatkan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Pesanggrahan dikerahkan.

Mereka melakukan penyelidikan ke berbagai lokasi. Mulai dari Bogor, Cianjur, bahkan sampai ke Batam untuk memeriksa keluarga korban.

"Kita sudah melakukan beberapa pemeriksaan, baik itu kita ke Batam juga terkait dengan keluarga korban, kita juga melakukan pemeriksaan ke Bogor," ujar Ardian dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).
"Kita sudah dalami juga, dan juga kita lakukan pemeriksaan ke daerah Cianjur untuk mencari keterangan, dari mana, para saksi-saksi yang lain kita dalami," tambahnya.

Namun begitu, semua usaha itu awalnya seperti menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, sebuah terobosan penting datang dari pemeriksaan terhadap seorang saksi kunci.

Menurut Ardian, saksi inilah yang memberikan petunjuk krusial yang mengarah pada Alex sebagai pelaku.

"Nah, kebetulan ada titik terang kemarin, alhamdulillah ada petunjuk yang bisa kita, bisa kita dalami, yaitu adalah satu keterangan, ya, saksi, yang mendengar bahwa si tersangka A [Alex] ini melakukan perbuatan pembunuhan itu," ungkapnya.

Saksi kunci tersebut ternyata adalah kerabat dekat Alex sendiri, yang berinisial G. Dalam keterangannya, G mengaku diajak Alex untuk mengambil sebuah plastik.

"Berdasarkan saksi-saksi kunci yang sudah kita periksa, ada satu inisial G, yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu," papar Ardian.
"Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Tapi dia enggak ngecek lagi, dan menunjukkan di situ," imbuhnya.

Keterangan ini kemudian membawa tim penyidik ke lokasi penemuan jenazah. Dengan bantuan unit K-9 dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, mereka berhasil menemukan kerangka manusia di Kali Cirewed, Bogor.

"Dan alhamdulillah, berkat bantuan dan doa semua, dan dibantu oleh dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN [Alvaro Kiano Nugroho]," pungkasnya.

Alvaro sendiri terakhir terlihat hidup saat salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Masjid itu letaknya masih dalam lingkungan tempat tinggalnya. Sejak saat itu, ia menghilang tanpa jejak.

Motif di balik kejahatan ini ternyata adalah balas dendam. Alex diduga menaruh dendam terhadap istrinya, yang kemudian ia lampiaskan pada Alvaro.

Dalam perjalanan setelah diculik, Alvaro terus menangis dan meminta pulang. Tangisannya yang tak henti membuat Alex panik. Ia kemudian menutup mulut anak itu hingga lemas.

Kondisi Alvaro semakin memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 9 Maret 2025. Jenazahnya kemudian dibungkus plastik hitam dan dibuang di sekitar jembatan di Tenjo, Bogor.

Delapan bulan pencarian berakhir dengan penemuan yang menyedihkan. Sebuah kerangka di sungai, mengakhiri misteri hilangnya seorang anak yang ternyata menjadi korban kekejaman orang terdekatnya sendiri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar