jelasnya lagi. Sayangnya, polisi tidak membeberkan lebih rinci seperti apa sebenarnya bentuk dorongan emosional itu, yang akhirnya mendorong Alex melampiaskan dendamnya lewat Alvaro.
Di sisi lain, di hari yang kelam itu, Alex benar-benar melaksanakan niat jahatnya. Ia menculik Alvaro yang sedang asyik bermain di sekitar masjid. Ia membawa anak itu pergi, tapi di tengah perjalanan, Alvaro terus menangis minta pulang.
Tangisannya yang tak henti rupanya membuat Alex panik. Dalam kepanikannya, ia menutup mulut korban hingga si anak lemas. Kondisi Alvaro terus memburuk, dan akhirnya nyawanya tak tertolong. Peristiwa tragis ini terjadi pada 9 Maret 2025.
“Setelah korban meninggal, pelaku membungkus jenazah dengan plastik warna hitam dan membuangnya di jembatan di Tenjo, Bogor, pada 9 Maret pada malam hari, atau tiga hari setelah korban diketahui hilang,”
tandas Budi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Megawati Kecam Penangkapan Maduro: Demokrasi Tak Lahir dari Monyong Senjata
Dua Pemancing Hilang di Pantai Wediombo, Satu Identitas Masih Misterius
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia