jelasnya lagi. Sayangnya, polisi tidak membeberkan lebih rinci seperti apa sebenarnya bentuk dorongan emosional itu, yang akhirnya mendorong Alex melampiaskan dendamnya lewat Alvaro.
Di sisi lain, di hari yang kelam itu, Alex benar-benar melaksanakan niat jahatnya. Ia menculik Alvaro yang sedang asyik bermain di sekitar masjid. Ia membawa anak itu pergi, tapi di tengah perjalanan, Alvaro terus menangis minta pulang.
Tangisannya yang tak henti rupanya membuat Alex panik. Dalam kepanikannya, ia menutup mulut korban hingga si anak lemas. Kondisi Alvaro terus memburuk, dan akhirnya nyawanya tak tertolong. Peristiwa tragis ini terjadi pada 9 Maret 2025.
“Setelah korban meninggal, pelaku membungkus jenazah dengan plastik warna hitam dan membuangnya di jembatan di Tenjo, Bogor, pada 9 Maret pada malam hari, atau tiga hari setelah korban diketahui hilang,”
tandas Budi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026
KPK Ungkap Awal OTT Bupati Tulungagung Berawal dari Laporan Warga