Kontraktor Pekanbaru Bongkar Saluran yang Baru Dibangun, Kini Menyesal dan Berjanji Perbaiki

- Senin, 24 November 2025 | 14:40 WIB
Kontraktor Pekanbaru Bongkar Saluran yang Baru Dibangun, Kini Menyesal dan Berjanji Perbaiki

Kontraktor Bongkar Drainase Karena Kesal Utang Rp 800 Juta Tak Dibayar Pemkot Pekanbaru, Kini Justru Minta Maaf

Aksi nekat Hendrik, kontraktor di Pekanbaru, sempat bikin heboh. Ia membongkar saluran drainase yang baru saja dibangunnya sendiri. Alasannya sederhana tapi mendalam: rasa kesal karena tagihan proyek senilai Rp800 juta tak kunjung dibayar Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau.

Namun begitu, suasana berubah drastis. Lewat video terbaru yang kini beredar, Hendrik tampil dengan wajah penuh penyesalan. Ia mengakui bahwa langkahnya membongkar drainase itu merupakan keputusan keliru yang justru merugikan banyak pihak.

"Dengan hormat, melalui pernyataan ini saya dengan tulus mengajukan permohonan maaf dan klarifikasi," ujarnya dalam video tersebut.

Ia menyadari betul bahwa tindakannya telah memicu dampak negatif di masyarakat. Fasilitas umum rusak, muncul kesalahpahaman, dan yang paling ia sesali aksi itu justru memperkeruh situasi.

"Saya menyadari bahwa tindakan tersebut menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti kekecewaan, kesalahpahaman, atau kerugian pada fasilitas umum. Saya mengakui hal tersebut adalah kesalahan besar dari pihak saya," lanjutnya.

Tak cuma sekadar permintaan maaf. Hendrik juga menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Ia berjanji akan memperbaiki saluran drainase yang sempat ia bongkar.

"Saya bangun kembali," tegasnya.

Sebelum momen permintaan maaf ini, kejadiannya sempat viral. Video Hendrik membongkar drainase tersebar luas di media sosial. Dalam video awal itu, ia bersikukuh bahwa aksinya adalah bentuk protes. Tagihan proyek dari Pemkot Pekanbaru tak kunjung cair, dan ia dengan lantang berkata, "Itu hak saya," ketika ditanya alasannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar