Kontraktor Bongkar Drainase Karena Kesal Utang Rp 800 Juta Tak Dibayar Pemkot Pekanbaru, Kini Justru Minta Maaf
Aksi nekat Hendrik, kontraktor di Pekanbaru, sempat bikin heboh. Ia membongkar saluran drainase yang baru saja dibangunnya sendiri. Alasannya sederhana tapi mendalam: rasa kesal karena tagihan proyek senilai Rp800 juta tak kunjung dibayar Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau.
Namun begitu, suasana berubah drastis. Lewat video terbaru yang kini beredar, Hendrik tampil dengan wajah penuh penyesalan. Ia mengakui bahwa langkahnya membongkar drainase itu merupakan keputusan keliru yang justru merugikan banyak pihak.
"Dengan hormat, melalui pernyataan ini saya dengan tulus mengajukan permohonan maaf dan klarifikasi," ujarnya dalam video tersebut.
Ia menyadari betul bahwa tindakannya telah memicu dampak negatif di masyarakat. Fasilitas umum rusak, muncul kesalahpahaman, dan yang paling ia sesali aksi itu justru memperkeruh situasi.
Artikel Terkait
Natalius Pigai Desak Bareskrim Terapkan Keadilan Restoratif untuk Kasus Pandji
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina
KPK Geledah Rumah Kadis PUTR Pati, Cari Bukti Kasus Bupati Nonaktif
Kapolresta Sleman Didemosi Usai Sidang Disiplin Internal