Sadar apa yang telah diperbuatnya, Alex panik. Darahnya sudah dingin. Alih-alih meminta pertolongan, dia justru membawa jenazah Alvaro ke rumah adiknya di Bogor.
"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa," kata Sayem.
Rencana itu tak berjalan mulus. Sang adik menolak mentah-mentah.
"Terus nanti adiknya, sih, kena, katanya. Soalnya dititipin mayat enggak mau. Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ini kok udah bau apaan, katanya. Ini mah bangkai anjing, katanya. Padahal itu Alvaro," terangnya dengan pilu.
Untuk menutupi bukti, jenazah Alvaro yang malang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tapi Alex masih takut.
"Disimpan di plastik. Tapi begitu udah ini, diganti lagi sama dia. Soalnya sidik jarinya kan udah ada sih. Itu nyuruh orang dulu. Baru dia ganti pakai kaus tangan, katanya," tutur Sayem mengakhiri kisah tragis itu.
Artikel Terkait
Panji Pragiwaksono Buka Kunci: Ini Alasan Sebenarnya Anies Absen di Spesial Netflix
Padel vs Tenis: Mana yang Lebih Ampuh Bakar Kalori?
Aceh Siapkan Sabo Dam di Hutan Lindung untuk Tangkal Banjir Bandang
Dua Alasan Krusial yang Bisa Menjerat Yaqut dalam Skandal Kuota Haji