Sadar apa yang telah diperbuatnya, Alex panik. Darahnya sudah dingin. Alih-alih meminta pertolongan, dia justru membawa jenazah Alvaro ke rumah adiknya di Bogor.
"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa," kata Sayem.
Rencana itu tak berjalan mulus. Sang adik menolak mentah-mentah.
"Terus nanti adiknya, sih, kena, katanya. Soalnya dititipin mayat enggak mau. Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ini kok udah bau apaan, katanya. Ini mah bangkai anjing, katanya. Padahal itu Alvaro," terangnya dengan pilu.
Untuk menutupi bukti, jenazah Alvaro yang malang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tapi Alex masih takut.
"Disimpan di plastik. Tapi begitu udah ini, diganti lagi sama dia. Soalnya sidik jarinya kan udah ada sih. Itu nyuruh orang dulu. Baru dia ganti pakai kaus tangan, katanya," tutur Sayem mengakhiri kisah tragis itu.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi CCTV Rp2 Miliar di Makassar Mandek, Kejaksaan Dinilai Lamban
Berkas Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dinyatakan Lengkap, Segara Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Islah Bahrawi Ungkap Mahfud MD sebagai Inspirasi Keberaniannya Kritik Prabowo
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi 4,72 Juta Ton