Bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab akhirnya tiba di Kota Medan. Tidak tanggung-tanggung, bantuan itu berupa 30 ton beras, ditambah ratusan paket sembako dan perlengkapan penting lainnya untuk warga yang porak-poranda diterjang banjir.
Wali Kota Medan, Rico Waas, langsung menyambut baik kiriman ini. Menurutnya, bantuan tersebut akan segera disalurkan ke posko-posko bencana.
"Nantinya bantuan ini akan dibagikan kepada warga Kota Medan yang terdampak banjir," ujar Rico, Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, kondisi kota sebenarnya belum pulih sepenuhnya. "Masyarakat masih banyak yang terdampak," katanya.
Rico melihat bantuan ini bukan sekadar barang. Ia menyebutnya sebagai bentuk solidaritas yang mendalam dari pemerintah dan rakyat UEA. Rasa duka yang menyelimuti Medan, rupanya, juga turut dirasakan oleh mereka yang jauh di sana.
"Kami tentunya apresiasi dan sangat berterima kasih," tegasnya.
Di sisi lain, pertemuan penyerahan bantuan ini membuka peluang lain yang lebih luas. Rico mengungkapkan, dalam kesempatan itu sempat berbincang dengan Wakil Duta Besar UEA. Obrolan mereka mengarah pada kemungkinan kerja sama di masa depan.
Medan punya banyak potensi, mulai dari pendidikan, kuliner, hingga kekayaan budaya. Peluang itu bisa saja dijajaki lebih lanjut.
"Mudah-mudahan ke depannya akan ada pembicaraan-pembicaraan baik tersebut," harap Rico.
Namun begitu, untuk saat ini fokus utama tetap pada penanganan banjir. Rico sekali lagi menekankan rasa terima kasihnya, tidak hanya kepada pemerintah UEA, tetapi juga kepada organisasi kemanusiaan mereka, Bulan Sabit Merah atau Red Crescent.
Dukungan di saat sulit ini, bagaimanapun, terasa sangat berarti.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi