Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4

- Jumat, 23 Januari 2026 | 01:40 WIB
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4

Suasana di Stadion Krida, Rembang, Rabu sore itu berubah drastis. Laga Liga 4 antara PSIR Rembang dan Persikaba Blora yang semula berjalan alot, tiba-tiba diselingi keheningan mencekam. Rizal Dimas Agesta, pemain Persikaba, terkapar tak bergerak di atas rumput setelah dadanya terkena hantaman kaki kiper lawan. Insiden mengerikan itu langsung memicu kepanikan.

Rizal pun dilarikan dengan ambulans ke RSU terdekat. Dari hasil pemeriksaan medis, kabarnya dia mengalami memar serius di dada sebelah kanan. Untungnya, tidak ada tulang yang patah. Tapi benturan keras itu menyebabkan trauma pada jaringan lunak. Rizal sempat mengeluh sesak napas sesaat setelah kejadian.

Video amatir yang beredar luas memperlihatkan kronologi yang cukup jelas. Kiper PSIR, Raihan Alfariq, melompat keluar dari gawang. Bukan bola yang dia sapu, melainkan kakinya melayang tinggi dan mendarat tepat di badan Rizal yang sedang bergerak. Hantaman itu begitu keras, membuat Rizal langsung tersungkur.

Menurut sejumlah saksi di pinggir lapangan, suara benturannya terdengar sampai bangku penonton. Petugas medis pun langsung berlari masuk, memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya mengevakuasi korban.

Merespons hal ini, manajemen Persikaba tentu saja geram. Mereka tidak terima pemainnya menjadi korban aksi yang dinilai brutal.

"Kami sudah melayangkan protes resmi ke Komdis PSSI," tegas perwakilan manajemen, Umbaran Wibowo. "Ini soal keselamatan pemain. Kami minta sanksi tegas untuk kiper PSIR, dan wasit juga harus dievaluasi. Kejadian seperti ini mengancam nyawa!"

Di sisi lain, respons dari pihak berwenang ternyata datang cepat dan sangat tegas. Hanya sehari setelah kejadian, Komdis PSSI Jawa Tengah sudah menggelar sidang.

Keputusannya? Kiper Raihan Alfariq dihukum larangan bermain seumur hidup. Sanksi ini diambil karena Komdis menilai ada unsur kesengajaan dalam tindakannya, sebuah pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan lawan. Selain larangan permanen, dia juga dikenai denda lima juta rupiah.

"Langkah ini kami ambil untuk menciptakan sepak bola yang aman dan fair," jelas Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono. "Semoga bisa menjadi pelajaran pahit bagi semua pemain agar kekerasan seperti ini tidak terulang lagi."

Pertandingan sendiri akhirnya berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Namun, skor itu seolah tak ada artinya. Yang tertinggal hanyalah bayangan kelam tentang kekerasan di lapangan hijau. Sementara Rizal masih terus diawasi tim medis, menunggu memastikan tidak ada cedera dalam yang muncul belakangan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar