Ia bahkan menduga ada dendam pribadi di balik semua ini. Guntur menyiratkan bahwa baik Ahmad Ali maupun Jokowi mungkin masih kesal dengan tokoh perempuan yang dengan tegas menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
"Mungkin Ahmad Ali dan Jokowi masih sakit hati pada perempuan yang dihina nenek-nenek itu karena menolak tiga periode. Padahal sudah memberikan dukungan sejak dari wali kota, gubernur, dan presiden," lanjutnya.
Pemicu Keributan: PSI Pertanyakan Standar Ganda
Sebelumnya, dalam Rakorwil PSI di Batam, Ahmad Ali sudah memancing kemarahan dengan mempertanyakan standar ganda yang diterapkan kepada Jokowi.
"Sialnya Pak Jokowi ini gini, dia dihina, dimaki-maki. Tapi ketika dia melawan, dia disuruh ‘jadi negarawan’. Ketua bicara politik, dibilang ‘sudah waktunya beristirahat’. Loh, ada nenek-nenek yang sudah puluhan tahun jadi ketua partai," kata Ali.
Pernyataan itu jelas sebuah tembakan yang tidak disamarkan. Dan reaksi dari kubu PDIP pun datang dengan cepat dan keras.
Netizen Ikut Ramai, Isu Tiga Periode Kembali Menghangat
Di dunia maya, warganet juga ikut panas. Mereka kembali mengungkit isu penolakan PDIP terhadap wacana tiga periode, yang diikuti dengan kontroversi lain yang sempat menggegerkan.
Banyak komentar tajam yang bermunculan. Salah satunya menyoroti soal "wacana perjodohan" yang melibatkan keluarga ketua MK, yang dianggap sebagai langkah untuk membuka jalan bagi "putra mahkota". Mereka melihat palu Ketua MK kala itu bukan sekadar alat hukum, melainkan penentu nasib politik yang sedang dipertaruhkan.
Artikel Terkait
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?