Jakarta - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, angkat bicara soal riak-riak yang belakangan mengemuka di internal organisasinya. Menurutnya, dinamika ini lebih banyak dipicu oleh perbedaan pendapat dan informasi yang simpang siur.
"Yang ada sebetulnya adalah terutama perbedaan pendapat, perbedaan persepsi, dan informasi-informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas," ujar Yahya dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jakarta, Minggu (23/11).
Dia melanjutkan dengan nada tegas, "Informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas itu jadinya fitnah."
Karenanya, Gus Yahya menekankan pentingnya klarifikasi. Fitnah, dalam pandangannya, bukan sekadar kabar burung. Ini soal keadilan. Dampaknya pada korban bisa sangat berat dan merugikan.
"Fitnah itu perbuatan tidak adil yang dampak terhadap korbannya itu akan terlalu berat. Maka informasi-informasi itu harus diklarifikasi," tuturnya.
"Dan rumor-rumor yang tidak jelas yang merupakan praduga, prasangka harus dihentikan dan bukannya diembus-embuskan," tambahnya, menegaskan agar gosip tak diulur-ulur.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Skema Suap Pajak, Negara Rugi Rp 59 Miliar
Maling Dana Haji: Kezaliman yang Berani Halangi Panggilan Langit
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa