JPO Sarinah Bakal Dibangun Kembali, Gubernur Pastikan Penyeberangan Bawah Tetap Dibuka

- Minggu, 11 Januari 2026 | 08:15 WIB
JPO Sarinah Bakal Dibangun Kembali, Gubernur Pastikan Penyeberangan Bawah Tetap Dibuka

Rencana pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat mulai mengemuka. Tak sekadar wacana, rencana ini sudah menuai beragam harapan dari warga yang sehari-hari berkutat dengan hiruk-pikuk kawasan itu.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa keberadaan pelican crossing atau penyeberangan yang ada saat ini tak akan serta-merta ditutup. Ia mengaku memahami pro-kontra yang muncul di masyarakat.

"Saya sudah baca juga pendapat masyarakat, terutama kelompok pejalan kaki yang ingin tetap bisa lewat di bawah. Itu akan tetap dibuka," ujar Pramono.

"Nanti, JPO di atas jadi alternatif pilihan saja," tambahnya.

Keputusan untuk membangun kembali JPO Sarinah sebenarnya bukan hal baru. Menurut Pramono, keputusan itu sudah diambil sejak lama. Namun begitu, sebagai Gubernur yang sekarang menjabat, ia merasa harus bertanggung jawab penuh untuk mewujudkannya. JPO legendaris ini sebelumnya dibongkar pada era kepemimpinan Anies Baswedan. Sejarah mencatat, jembatan itu adalah JPO pertama di Indonesia yang dibangun saat Ali Sadikin memimpin Jakarta.

Harapan Warga: Lebih dari Sekadar Penyeberangan

Di tengah keramaian Sarinah pada suatu Sabtu siang, Ahmad Fauzi (35) menyambut baik rencana itu. Baginya, kawasan ini memang luar biasa padat.

"Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki," tuturnya.

Ia berpendapat, di tengah kepadatan lalu lintas yang makin menjadi, kehadiran JPO masih sangat relevan. Bahkan, bisa lebih dari itu. Menurut Ahmad, jembatan itu punya potensi besar jika dirancang dengan konsep yang matang dan modern.

"Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman," harapnya.

Perasaan serupa diungkapkan Amir (57). Pria yang sudah bertahun-tahun bekerja di sekitar Sarinah ini mengaku kerap deg-degan setiap kali menyeberang. Pelican crossing yang ada, baginya, belum cukup memberi rasa aman.

"Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua," keluhnya.

Dengan nada lega, ia berharap, "Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyeberang."

Jadi, selain soal fungsi keamanan, ada harapan lain yang mengambang: agar JPO Sarinah yang baru nanti bisa menghadirkan wajah baru, sekaligus mengingatkan pada nostalgia lama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar