Rencana pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat mulai mengemuka. Tak sekadar wacana, rencana ini sudah menuai beragam harapan dari warga yang sehari-hari berkutat dengan hiruk-pikuk kawasan itu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa keberadaan pelican crossing atau penyeberangan yang ada saat ini tak akan serta-merta ditutup. Ia mengaku memahami pro-kontra yang muncul di masyarakat.
"Saya sudah baca juga pendapat masyarakat, terutama kelompok pejalan kaki yang ingin tetap bisa lewat di bawah. Itu akan tetap dibuka," ujar Pramono.
"Nanti, JPO di atas jadi alternatif pilihan saja," tambahnya.
Keputusan untuk membangun kembali JPO Sarinah sebenarnya bukan hal baru. Menurut Pramono, keputusan itu sudah diambil sejak lama. Namun begitu, sebagai Gubernur yang sekarang menjabat, ia merasa harus bertanggung jawab penuh untuk mewujudkannya. JPO legendaris ini sebelumnya dibongkar pada era kepemimpinan Anies Baswedan. Sejarah mencatat, jembatan itu adalah JPO pertama di Indonesia yang dibangun saat Ali Sadikin memimpin Jakarta.
Harapan Warga: Lebih dari Sekadar Penyeberangan
Di tengah keramaian Sarinah pada suatu Sabtu siang, Ahmad Fauzi (35) menyambut baik rencana itu. Baginya, kawasan ini memang luar biasa padat.
Artikel Terkait
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender
Jenazah Terhalang Banjir, Petugas dan Warga Pikul Peti Lewat Genangan
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Gebrakan Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan