"Saya sih mendukung. Di sini kan istilahnya kawasan wisata iya, perkantoran juga, jadi banyak pejalan kaki," tuturnya.
Ia berpendapat, di tengah kepadatan lalu lintas yang makin menjadi, kehadiran JPO masih sangat relevan. Bahkan, bisa lebih dari itu. Menurut Ahmad, jembatan itu punya potensi besar jika dirancang dengan konsep yang matang dan modern.
"Apalagi JPO bisa jadi ikon kota juga kalau desainnya bagus, misalnya kayak di kawasan HI atau Sudirman," harapnya.
Perasaan serupa diungkapkan Amir (57). Pria yang sudah bertahun-tahun bekerja di sekitar Sarinah ini mengaku kerap deg-degan setiap kali menyeberang. Pelican crossing yang ada, baginya, belum cukup memberi rasa aman.
"Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua," keluhnya.
Dengan nada lega, ia berharap, "Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyeberang."
Jadi, selain soal fungsi keamanan, ada harapan lain yang mengambang: agar JPO Sarinah yang baru nanti bisa menghadirkan wajah baru, sekaligus mengingatkan pada nostalgia lama.
Artikel Terkait
Vietnam Undang Paus Leo XIV, Kunjungan Bersejarah Diantisipasi
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun