Ekonomi Inggris Tumbuh Tipis 0,1% di Kuartal III 2025, Sektor Manufaktur Kontraksi Akibat Serangan Siber

- Kamis, 13 November 2025 | 17:25 WIB
Ekonomi Inggris Tumbuh Tipis 0,1% di Kuartal III 2025, Sektor Manufaktur Kontraksi Akibat Serangan Siber
Ekonomi Inggris Tumbuh Tipis 0,1% Kuartal III 2025, Sektor Manufaktur Kontraksi

Pertumbuhan Ekonomi Inggris Melambat Jadi 0,1% di Kuartal III 2025

Ekonomi Inggris menunjukkan perlambatan signifikan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 0,1 persen pada kuartal III tahun 2025. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 0,3 persen.

Kondisi ini menggambarkan bagaimana ketidakpastian anggaran pemerintah dan dampak kenaikan tarif dari Amerika Serikat berhasil membebani laju aktivitas perekonomian negara.

Kontraksi Ekonomi Terjadi di Bulan September

Berdasarkan rilis resmi dari Kantor Statistik Nasional (ONS), PDB Inggris justru mengalami kontraksi atau penyusutan sebesar 0,1 persen secara bulanan pada September 2025. Kondisi ini semakin memperparah keadaan setelah pertumbuhan ekonomi stagnan di bulan Agustus.

Sektor Manufaktur Jadi Penghambat Utama

Kinerja sektor manufaktur disebut-sebut sebagai pemicu utama kontraksi ekonomi yang terjadi. Data mencatat produksi kendaraan bermotor mengalami penurunan yang sangat drastis, yakni mencapai 28,6 persen.

Liz McKeown, Direktur Statistik Ekonomi ONS, mengonfirmasi bahwa manufaktur menjadi pendorong pelemahan produksi secara keseluruhan. "Terjadi penurunan produksi mobil yang sangat tajam pada September, yang secara jelas mencerminkan dampak serangan siber yang terjadi," ujarnya.

Dampak Insiden Siber pada Pabrik Mobil

Insiden siber yang menyebabkan penutupan pabrik Jaguar Land Rover sepanjang bulan September disebut memberikan kontribusi langsung terhadap penurunan PDB. Kejadian ini sendiri diperkirakan telah mengurangi angka PDB bulanan Inggris sebesar 0,17 poin persentase.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar