Sebuah pengadilan yang dikendalikan kelompok Houthi di Yaman baru saja membuat keputusan yang mengguncang. Tujuh belas orang divonis mati dengan tuduhan menjadi mata-mata. Mereka dinyatakan bekerja untuk kepentingan Israel, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.
Menurut kantor berita Saba yang dikelola Houthi, jaringan intelijen ini berhasil dibongkar. Aktivitas mereka mengindikasikan kolaborasi dengan negara-negara asing tersebut. Hukuman yang menanti mereka adalah dieksekusi oleh regu tembak.
Di sisi lain, masih ada celah hukum. Abdulbasit Ghazi, pengacara para terpidana, menyatakan bahwa kliennya berhak mengajukan banding.
“Para terdakwa juga menghasut dan memberi bantuan untuk merekrut sejumlah warga sipil, yang menargetkan sejumlah situs-situs sipil, keamanan, dan militer yang mengakibatkan tewasnya orang, dan menyebabkan kehancuran infrastruktur yang luas,”
Artikel Terkait
Reza Pahlavi Serukan Perebutan Kota, Gelombang Demonstrasi Iran Kian Menggila
Eggi Sudjana dan Warisan Pengkhianatan dalam Sejarah Politik Indonesia
Lampu Huntara Menyala, Harapan Kembali di Desa Babo
Kontrak Sewa Kapal Tanpa Nilai Jelas, FMPKN Soroti Potensi Lubang Anggaran