Begitu bunyi pernyataan resmi dari pengadilan Yaman.
Dakwaan yang diajukan cukup berat. Mereka dituduh "berkolusi dengan negara-negara yang bermusuhan dengan Yaman, pada 2024-2025, seperti Arab Saudi, Inggris, dan Amerika Serikat." Tak hanya itu, mereka juga disebut memata-matai dan memberikan informasi kepada agen intelijen negara-negara tersebut, termasuk Mossad Israel.
Gelombang penangkapan besar-besaran ini rupanya dipicu oleh serangkaian serangan sukses Israel, yang disebut-sebut sebagai balasan atas aksi Houthi. Pemerintah Houthi lantas bergerak cepat, memburu siapa saja yang dicurigai menjadi informan bagi Israel dan AS.
Semua ini berawal dari sebuah peristiwa tragis di Agustus 2025. Saat itu, serangan mematikan merenggut nyawa Perdana Menteri Houthi Yaman, Ghaleb Nasser al-Rahawi. Insiden inilah yang memicu operasi penangkapan secara massal.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Buka Simulasi Resmi TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Kemenag Tegaskan Distribusi Zakat Harus Berbasis Data Sosial Nasional
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur