Gunung Semeru Erupsi Lagi, PVMBG Pertahankan Status Siaga

- Rabu, 25 Februari 2026 | 12:45 WIB
Gunung Semeru Erupsi Lagi, PVMBG Pertahankan Status Siaga

Lumajang, Jawa Timur – Gunung Semeru belum juga reda. Puncak tertinggi di Jawa ini, yang membentang di perbatasan Malang dan Lumajang, kembali menggeliat dengan erupsi susulan pada Rabu pagi (25/2/2026). Ini terjadi tak lama setelah letusan cukup besar yang mengguncang kawasan itu pada Selasa petang sebelumnya.

Menurut Liswanto, A.P., petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terbaru tercatat tepat pukul 07:46 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak, atau setara 4276 meter di atas permukaan laut. Warnanya putih sampai kelabu, intensitasnya sedang, dan mengarah ke timur laut,” jelasnya dalam laporan resmi.

Pantauan visual menunjukkan aktivitas itu masih berlangsung. Sebelumnya, di hari Selasa, kolom abu dan asap bahkan sempat menjulang hingga 3.000 meter. Situasinya jelas masih dinamis.

Menyikapi hal ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Siaga atau Level III. Rekomendasinya tegas dan tidak main-main. Masyarakat sama sekali dilarang beraktivitas di sektor tenggara, sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak.

Namun begitu, ancaman tidak berhenti di situ. Di luar jarak 13 km itu, warga juga diminta waspada. Mereka harus menjaga jarak minimal 500 meter dari tepian sungai Besuk Kobokan. Kenapa? Risiko awan panas dan lahar dingin masih bisa menjalar jauh, bahkan hingga 17 km dari kawah. Radius berbahaya untuk lontaran batu pijar juga ditetapkan sejauh 5 km dari puncak.

“Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah. Itu zona rawan,” tegas pihak pengamat.

Di sisi lain, himbauan juga sangat ditekankan untuk ancaman sekunder. Masyarakat diminta terus siaga terhadap kemungkinan awan panas guguran, luncuran lava, dan terlebih lagi lahar yang bisa menyusuri sungai. Kewaspadaan ekstra diperlukan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Tak ketinggalan, anak-anak sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan juga berpotensi dilanda lahar.

Semeru memang sedang tidak ramah. Semua mata kini tertuju ke puncaknya, menanti tanda-tanda berikutnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar