Bergeser ke kawasan Salemba Raya, pemandangan tak jauh berbeda. Pedagang kembali menjadi "penghalang" yang menyulitkan para tunanetra berjalan dengan aman. Trotoar yang semestinya jadi jalur aman, justru berubah jadi arena berbahaya.
Namun begitu, ada secercah harapan di beberapa titik. Ketika menelusuri kawasan sekitar Bundaran HI, tepatnya di Jalan Teluk Betung dan Jalan HM Saleh, kondisi guiding block terpelihara dengan baik. Warnanya masih kuning terang, bentuknya masih utuh, dan yang terpenting tidak terhalang apa pun.
Raden (44) yang juga sering melintas di berbagai sudut Jakarta mengiyakan soal kondisi yang timpang ini. Dia menilai sebagian besar trotoar di Ibu Kota masih mengkhawatirkan dan belum aman bagi para disabilitas.
"Kalau ada yang rusak, ya diperbaiki," tegasnya, berharap pemerintah setempat lebih peka dan segera bertindak.
Jadi, meski di beberapa tempat fasilitas ini masih berfungsi, tetap saja yang rusak dan berbahaya jauh lebih banyak. Trotoar yang seharusnya menjadi penuntun, justru bisa menjerumuskan.
Artikel Terkait
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut