Kredibilitasnya diakui sendiri oleh jutaan jamaah yang pernah shalat di belakangnya atau mendengar khutbahnya di Masjid Nabawi. Pengakuan itu datang secara organik, bukan karena paksaan.
Di sisi lain, Syaikh Ahmad ternyata pernah berkunjung ke Indonesia, menjalin hubungan yang lebih dekat dengan muslim di tanah air.
Foto: Kiri Syaikh Ali Al Hudzaifi (bapak) dan kanan adalah Syaikh Ahmad bin Ali al Hudzaifi (anak)
-Ustadz Budi Marta Saudin-
Artikel Terkait
Kepala Sekolah Kupang: Inilah Keadilan Sosial yang Nyata
Garansi Allah untuk Nol Keracunan Makanan Sekolah, BGN Dikritik
Dasco dan Tito Pimpin Rapat Koordinasi Pemulihan Aceh di Tengah Reruntuhan
Tawa Anak-anak Kembali Bergema di Huntara Aceh Tamiang