Di tengah suasana Ramadan, Pemerintah Kota Tangerang akhirnya menyalurkan Bantuan Sosial Uang. Tak tanggung-tanggung, bantuan itu menyentuh hampir tiga ribu warga yang tersebar di 13 kecamatan. Prosesnya sendiri nggak main-main, lho. Sebelum nama-nama penerima ditetapkan, para Pekerja Sosial Masyarakat di tingkat kelurahan melakukan verifikasi data dengan sangat ketat. Tujuannya jelas: memastikan bantuan ini benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan.
Untuk memastikan semuanya berjalan mulus, Wakil Wali Kota Maryono turun langsung meninjau proses penyaluran. Ia menyambangi dua lokasi, yaitu Kecamatan Pinang dan Cipondoh. Menurutnya, kehadiran ini penting agar distribusi berlangsung tertib dan tepat sasaran.
"Penyaluran BSU ini merupakan komitmen Pemkot Tangerang untuk menjaga daya beli masyarakat dan meringankan beban ekonomi, khususnya di Bulan Suci Ramadan,"
ujar Maryono, Kamis lalu.
Di Pinang, sebanyak 238 orang menerima bantuan sebesar Rp 600.000 per orang yang disalurkan via Bank BJB. Sementara di Cipondoh, jumlah penerimanya lebih banyak lagi, mencapai 359 warga.
Maryono berharap dana yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa ini.
"Pemkot ingin masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, tanpa terbebani kebutuhan dasar. Kami hadir untuk memastikan itu,"
tambahnya lagi.
Sebelum mengakhiri peninjauan, ia tak lupa menyampaikan terima kasih. Apresiasi itu ditujukan kepada Dinas Sosial dan para PSM yang telah bekerja keras memverifikasi data.
"Saya bersama wali kota berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab, menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya,"
tegas Maryono.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial, Acep Wahyudi, memberi penjelasan lebih rinci. Bantuan yang disalurkan pekan lalu ini merupakan gelombang pertama di tahun 2026. Penerimanya berasal dari enam kategori berbeda, mulai dari anak terlantar, yatim, balita dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, lansia yang membutuhkan, hingga kategori non-komponen lain yang memenuhi syarat.
Pada akhirnya, program seperti ini diharapkan bisa jadi penopang. Bukan cuma meringankan beban ekonomi warga yang rentan, tapi juga memberi mereka ketenangan. Dengan begitu, ibadah Ramadan bisa dijalani dengan lebih khusyuk.
Artikel Terkait
Hizbullah Klaim Serang Tank Israel di Lebanon Selatan Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Trump Diumumkan
PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Aktivis KontraS Korban Air Keras, Perintahkan Polda Metro Jaya Lanjutkan Penanganan Kasus
Polisi Panggil Selebgram yang Promosikan Paket Umrah Hanania Travel
Panduan Lengkap Memilih Toyota Alphard Bekas: Perbandingan Empat Generasi dari Harga hingga Spesifikasi Mesin