Di sisi lain, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menekankan bahwa wisuda ini adalah bentuk apresiasi nyata bagi para lansia.
"Sebagai kelompok rentan, lansia perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta semester I tahun 2025, tercatat sekitar 1.167.038 jiwa atau 10,6 persen penduduk adalah lansia. Untuk itu, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan program Bina Keluarga Lansia (BKL), yang salah satu kegiatannya adalah Sekolah Lansia," jelasnya.
Program BKL sendiri sebenarnya dikembangkan oleh BKKBN. Tujuannya sederhana tapi penting: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia beserta keluarganya. Dengan begitu, tercipta lingkungan keluarga yang nyaman bagi mereka yang sudah berusia lanjut.
Respon masyarakat terhadap program ini ternyata sangat positif. Ambil contoh Neneng dan Dwihati, dua peserta Sekolah Lansia Fatmawati di Pondok Labu, Jakarta Selatan.
"Selama mengikuti Sekolah Lansia Fatmawati ini, bagi saya menyenangkan. Karena salah satu tujuannya (bisa) untuk menunda pikun," kata Neneng.
Dwihati punya alasan lain. "Sangat terkesan dengan Sekolah Lansia Fatmawati. Pertama, silaturahmi terjaga, mempunyai hubungan sosial dengan kalangan mana pun. Di sini juga selalu bahagia, ceria, setiap bertemu dengan yang lainnya," tambahnya.
Jadi, meski usia terus bertambah, semangat untuk belajar dan bersosialisasi tak pernah padam. Sekolah Lansia membuktikan bahwa pendidikan memang tak mengenal batas usia.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik