"Mereka (kontraktor) akan berhadapan dengan anak-anak yang kritis, yang tanpa kebutuhan mendesak, lebih pada idealisme. Ini akan menciptakan pengawasan yang lebih objektif dan berkualitas," tegas Dedi.
Implementasi program direncanakan akan dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) teknis pada pekan depan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme pengawasan yang lebih transparan dan profesional dalam proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat.
Pendidikan Vokasi yang Aplikatif
Selain program untuk mahasiswa, Gubernur juga mendorong penerapan pembelajaran matematika yang lebih aplikatif di tingkat SMK. "Misalnya menghitung bangunan yang sedang dibangun di sekolahnya - panjang, lebar, jumlah semen, dan volume material yang diperlukan," jelas Dedi.
Kebijakan ganda ini dinilai sebagai upaya strategis untuk membangun ekosistem pembangunan yang terintegrasi, sekaligus mempersiapkan tenaga ahli konstruksi yang kompeten sejak dini.
Artikel Terkait
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar
Proyek Wisata Green Topejawa Mangkrak, Aktivis Desak Audit Total
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final