Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama tiga jam, kedua pemimpin dikabarkan membahas berbagai isu strategis kawasan, dengan fokus utama pada proses normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel melalui kerangka Perjanjian Abraham.
Sumber diplomatik yang dekat dengan perundingan mengungkapkan, Pangeran Mohammed bin Salman menyampaikan posisi Riyadh mengenai prasyarat menuju normalisasi hubungan dengan Tel Aviv, termasuk jaminan konkret mengenai pembentukan negara Palestina yang berdaulat.
"Pembicaraan berlangsung produktif dan mendalam. Kami membahas roadmap menuju stabilitas kawasan dengan pendekatan yang lebih komprehensif," ujar juru bicara Gedung Putih melalui pernyataan tertulis seusai pertemuan.
Kunjungan kerja MBS ini merupakan bagian dari tur diplomatik Timur Tengah yang mencakup beberapa negara sekutu Amerika. Para pengamat politik internasional menilai pertemuan Washington ini akan menjadi penentu arah baru politik luar negeri Amerika di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi