Gubernur Jawa Barat juga menyoroti kapasitas Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang mengelola lembaga-lembaganya secara profesional. Keunggulan sistem manajemen yang dimiliki membuat pergantian kepengurusan dan kepemimpinan tidak mempengaruhi stabilitas organisasi.
Kemampuan manajerial ini, menurut Dedi, dapat menjadi model pembelajaran berharga bagi para politisi dalam menyelenggarakan pembangunan berkelanjutan. Prinsip utamanya adalah pembangunan tidak boleh bergantung pada figur individu tertentu, melainkan harus didukung oleh sistem yang mapan.
Sistem Organisasi sebagai Fondasi Pembangunan Nasional
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penyelenggaraan pembangunan seharusnya tidak tergantung pada siapa yang menduduki posisi legislatif, eksekutif, atau yudikatif. Yang lebih penting adalah kemapanan sistem yang menjamin kelangsungan pembangunan tanpa terpengaruh perubahan kepemimpinan.
"Warisan sistem organisasi yang dibangun Muhammadiyah semestinya menjadi dasar bagi politisi untuk menciptakan sistem politik yang baik bagi regenerasi kepemimpinan, iklim pembangunan, dan iklim investasi," pungkas Gubernur Jawa Barat tersebut.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat ini menggarisbawahi pentingnya pembelajaran dari sistem organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat