Gubernur Bali Tindak Perusahaan Travel Usai Kecelakaan Turis China
Gubernur Bali Wayan Koster akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan perjalanan yang terlibat dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Buleleng. Rencana ini disampaikan menyusul tewasnya lima wisatawan asal China dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Singaraja-Denpasar, Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada.
Pemanggilan dan Sanksi untuk Perusahaan Travel
Koster mengonfirmasi akan memanggil perusahaan travel pemilik mobil yang terlibat dalam kecelakaan mematikan tersebut. Pemanggilan ini bertujuan untuk memberikan peringatan keras agar perusahaan-perusahaan travel lebih memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan wisatawan selama beraktivitas di Bali.
Meskipun penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian, Gubernur Bali sudah berencana memberikan sanksi kepada perusahaan travel terkait. Sanksi ini diberikan atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa lima turis asing. Bentuk sanksi yang akan diberikan belum diumumkan secara detail kepada publik.
Kronologi Kecelakaan di Buleleng
Kejadian tragis ini berawal ketika 15 orang rombongan turis China berangkat dari Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung menggunakan minibus Toyota Hiace bernomor polisi N 7605 TA. Perjalanan dimulai pukul 02.30 WITA dengan tujuan Pantai Lovina untuk aktivitas melihat lumba-lumba.
Sekitar pukul 04.30 WITA, dalam perjalanan menurun dan berkelok, sopir bernama Arif Al Akbar (39) dilaporkan kehilangan kendali atas kendaraannya. Minibus kemudian keluar dari jalur jalan, menerobos masuk ke area kebun milik warga, dan akhirnya menabrak pohon. Akibat benturan keras tersebut, bagian depan dan atap kendaraan mengalami kerusakan parah.
Korban Jiwa dan Kondisi Penumpang
Kecelakaan ini merenggut nyawa lima wisatawan China yang diidentifikasi sebagai Xu Huangyuan (66), Xu Mingbiao (60), Xu Yuexiang (52), Zhong Yuemei (63), dan Xu Huijuan (61). Sementara delapan orang lainnya yang menjadi korban selamat saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan faktor penyebab utama kecelakaan sekaligus mengidentifikasi perusahaan travel yang bertanggung jawab atas kendaraan tersebut.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk