Generasi Muda AS Berbalik? Analisis Dampak Pernyataan Nalin Haley terhadap Israel

- Senin, 17 November 2025 | 05:40 WIB
Generasi Muda AS Berbalik? Analisis Dampak Pernyataan Nalin Haley terhadap Israel
Perubahan Sikap Generasi Muda AS Terhadap Israel: Analisis dan Dampaknya

Kekhawatiran Israel Menghadapi Perubahan Sikap Generasi Muda Amerika

Sebuah analisis mendalam dari media Israel Ynet mengungkapkan meningkatnya kecemasan di kalangan elit Israel. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan perubahan sikap generasi muda Amerika Serikat yang semakin kritis terhadap kebijakan Israel, bahkan setelah gencatan senjata di Jalur Gaza.

Kritik dari Kalangan Tak Terduga

Kobi Barda, seorang pakar hubungan Amerika-Israel, menyoroti dalam tulisannya bahwa kekhawatiran ini semakin menguat. Yang mengejutkan, kritik tajam justru datang dari figur-figur yang selama ini dianggap dekat dengan pendukung tradisional Israel di Amerika.

Salah satu sorotan utama adalah pernyataan Nalin Haley, putra dari Nikki Haley mantan Duta Besar AS untuk PBB yang dikenal sebagai sekutu kuat Israel. Dalam unggahannya di platform media sosial, Nalin menulis dengan nada tegas:

"Israel hanyalah negara lain. Kalian harus berhenti mencampuri politik Amerika jika benar-benar ingin menjaga hubungan kita."

Indikasi Perubahan Pandangan yang Lebih Dalam

Menurut analisis Barda, pernyataan keras Nalin Haley ini bukanlah reaksi spontan terhadap perang di Gaza semata. Ucapan tersebut dinilai sebagai indikator perubahan persepsi yang jauh lebih mendalam di kalangan pemuda Amerika.

Sikap yang ditunjukkan Nalin mencerminkan retorika yang telah berkembang selama beberapa tahun terakhir di lingkungan kampus-kampus Amerika. Retorika ini banyak membahas isu-isu seperti identitas, keadilan sosial, dan penindasan.

Pergeseran Opini Publik yang Signifikan

Gelombang penolakan terhadap kebijakan Israel di kalangan anak muda Amerika tidak lagi dapat dianggap sebagai reaksi sesaat. Barda menilai ini adalah hasil dari proses jangka panjang yang telah membentuk kesadaran politik satu generasi penuh.

Beberapa analis di Israel mulai mengakui bahwa upaya propaganda yang selama puluhan tahun menjaga citra Israel di Amerika Serikat kini mengalami keretakan serius. Kekhawatiran semakin nyata ketika kritik tidak hanya datang dari kelompok progresif, tetapi juga dari anak-anak para politisi pro-Israel sendiri.

Data Survei Mengungkap Tren yang Jelas

Survei terbaru dari Universitas Harvard yang diterbitkan surat kabar Haaretz mengungkapkan pergeseran mencolok dalam sikap anak muda Amerika terhadap konflik Israel-Palestina. Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 60% responden dari Generasi Z lebih memilih Hamas dibandingkan Israel, sementara hanya 40% yang menyatakan dukungan untuk Tel Aviv.

Survei yang melibatkan lebih dari 2.000 pemilih Amerika ini juga mengungkap kesenjangan jelas antara afiliasi generasi dan partisan terkait perang di Gaza. Temuan ini mencerminkan transformasi signifikan dalam sikap anak muda Amerika terhadap Palestina dan konflik Gaza, sekaligus menyoroti peran Generasi Z dalam membentuk opini publik masa depan di Amerika Serikat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar