Sepanjang tahun 2025, Polri berhasil menggagalkan niatan ribuan orang yang hendak berangkat haji secara ilegal. Angkanya cukup mencengangkan: 1.243 calon jemaah dicegat. Bandara Soekarno-Hatta jadi titik rawan utama dimana kebanyakan kasus ini ditemukan.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan data itu pada Minggu, 11 April 2026. Menurutnya, ini jadi bahan evaluasi penting.
"Sementara itu, pada 2025, aparat berhasil mencegah 1.243 calon jemaah berangkat menggunakan visa non-haji, dengan jumlah terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta," jelas Dedi.
Ia pun mengingatkan masyarakat. Jangan mudah tergiur tawaran murah atau jalur cepat untuk haji. Pastikan agen travel yang dipilih punya izin resmi, lengkap dan jelas. Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan.
"Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci," tegas Dedi.
"Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat," tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah akhirnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026. Targetnya jelas: melindungi calon jemaah dari praktik nakal dan penipuan yang mengintai.
Dedi menegaskan, satgas ini nggak cuma kerja di pusat. Mereka akan bergerak terpadu hingga ke daerah-daerah. Pendekatannya pun menyeluruh, mulai dari sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, sampai ke penindakan hukum bagi pelaku.
"Satgas ini kami bentuk untuk memastikan masyarakat terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan dengan berbagai modus," kata Dedi.
Jadi, pesannya sederhana. Ibadah haji itu perjalanan suci. Jangan sampai dinodai dengan cara-cara yang malah menjerumuskan.
Artikel Terkait
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit
Ekonom: Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Monopoli Birokrasi Baru
Golkar DKI Jakarta Potong 117 Hewan Kurban untuk Iduladha 1447 H, Sebar ke Lima Wilayah
196.320 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Jelang Libur Panjang Iduladha, Lonjakan Capai 48,65 Persen