Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan

- Minggu, 12 April 2026 | 16:00 WIB
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan

Di tengah riuh Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta, Sabtu lalu, sebuah pengumuman penting disampaikan. Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan perannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar IPSI. Forum yang digelar di Jakarta International Convention Center itu pun menyimak.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujar Prabowo.

Alasannya jelas: tugas kebangsaan yang kini diembannya. Menurutnya, tanggung jawab baru itu menyita waktu sedemikian rupa, sehingga mustahil baginya untuk tetap efektif memimpin organisasi pencak silat tersebut.

Perjalanannya di IPSI bukanlah hal singkat. Sudah sekitar 34 tahun Prabowo terlibat, mulai dari posisi wakil ketua umum hingga puncak kepemimpinan. Ia mengaku bangga bisa jadi bagian dari sejarah panjang IPSI, turut membina dan mengembangkan pencak silat, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.

Namun begitu, langkah mundur ini bukan berarti cuti. Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pencak silat, jabatan atau tidak. Baginya, jiwa pendekar tak terikat pada struktur organisasi.

“Saya siap terus, akan terus mendukung, dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan. Seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” tegasnya.

Nada suaranya tegas, penuh keyakinan.

Estafet untuk Masa Depan

Di sisi lain, momen ini justru ia jadikan peluang. Prabowo mendorong IPSI untuk serius menyiapkan regenerasi. Ia yakin organisasi ini punya kader-kader tangguh dan visioner yang siap memikul tongkat estafet, membawa pencak silat melangkah lebih maju.

“Saya yakin generasi penerus yang pantas untuk meneruskan tongkat kepimpinan di IPSI dan pasti saya akan dukung PB IPSI ke depan,” ucapnya.

Terima Kasih untuk Satu Keluarga

Tak lupa, apresiasi tulus ia sampaikan kepada seluruh keluarga besar IPSI. Dukungan selama kepemimpinannya sangat berarti. Harapannya ke depan, IPSI tetap tegak sebagai garda terdepan pembina karakter bangsa, sekaligus terus mengharumkan nama Indonesia di pentas global.

Sebuah babak kepemimpinan resmi berakhir. Tapi, seperti kata Prabowo, pengabdian seorang pendekar tak pernah benar-benar usai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar