Di tengah riuh Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta, Sabtu lalu, sebuah pengumuman penting disampaikan. Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan perannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar IPSI. Forum yang digelar di Jakarta International Convention Center itu pun menyimak.
“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujar Prabowo.
Alasannya jelas: tugas kebangsaan yang kini diembannya. Menurutnya, tanggung jawab baru itu menyita waktu sedemikian rupa, sehingga mustahil baginya untuk tetap efektif memimpin organisasi pencak silat tersebut.
Perjalanannya di IPSI bukanlah hal singkat. Sudah sekitar 34 tahun Prabowo terlibat, mulai dari posisi wakil ketua umum hingga puncak kepemimpinan. Ia mengaku bangga bisa jadi bagian dari sejarah panjang IPSI, turut membina dan mengembangkan pencak silat, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.
Namun begitu, langkah mundur ini bukan berarti cuti. Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pencak silat, jabatan atau tidak. Baginya, jiwa pendekar tak terikat pada struktur organisasi.
“Saya siap terus, akan terus mendukung, dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan. Seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” tegasnya.
Nada suaranya tegas, penuh keyakinan.
Estafet untuk Masa Depan
Di sisi lain, momen ini justru ia jadikan peluang. Prabowo mendorong IPSI untuk serius menyiapkan regenerasi. Ia yakin organisasi ini punya kader-kader tangguh dan visioner yang siap memikul tongkat estafet, membawa pencak silat melangkah lebih maju.
“Saya yakin generasi penerus yang pantas untuk meneruskan tongkat kepimpinan di IPSI dan pasti saya akan dukung PB IPSI ke depan,” ucapnya.
Terima Kasih untuk Satu Keluarga
Tak lupa, apresiasi tulus ia sampaikan kepada seluruh keluarga besar IPSI. Dukungan selama kepemimpinannya sangat berarti. Harapannya ke depan, IPSI tetap tegak sebagai garda terdepan pembina karakter bangsa, sekaligus terus mengharumkan nama Indonesia di pentas global.
Sebuah babak kepemimpinan resmi berakhir. Tapi, seperti kata Prabowo, pengabdian seorang pendekar tak pernah benar-benar usai.
Artikel Terkait
BMKG Minta Warga Pesisir Sulsel Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan dan Angin Kencang Diprakirakan Terjadi Selasa
Wakil Bupati Bone Inspeksi Mendadak Tanjung Pallette, Pastikan Kebersihan dan Pelayanan Jadi Prioritas
Kiper Muda Belgia Senne Lammens Resmi Dinobatkan sebagai Transfer Terbaik Premier League Musim Ini
Davide Ancelotti Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Lille untuk Musim 2026/2027