Tanggapan Masyarakat dan Penjelasan Keluarga
Alwi mengakui bahwa video tersebut viral dan menuai beragam tanggapan dari netizen. Banyak yang menyoroti usia kedua mempelai, bahkan ada yang menyebut tradisi ini primitif.
"Acara kemarin cukup meriah dan alhamdulillah berjalan lancar. Memang sempat viral dan mendapat berbagai tanggapan. Ada yang menyebut kami primitif, padahal ini adalah tradisi yang sudah lama dilakukan di Gili Iyang," ujar Alwi menanggapi.
Konsep Unik Pertunangan dengan Tema Besanan
Alwi memaparkan bahwa pesta pertunangan kali ini mengusung konsep yang istimewa, yaitu tema besanan. Pada konsep ini, kedua keluarga memakai pakaian seragam dan bersama-sama mengantar anak laki-laki ke rumah pihak perempuan.
Acara semacam ini dalam tradisi lokal biasa disebut dengan sebutan gawe, karje, atau gabay. Alwi berharap masyarakat luas dapat memahami dan tidak salah menafsirkan tradisi ini, karena bagi warga Gili Iyang, pertunangan anak sejak dini adalah warisan budaya yang wajib dijaga kelestariannya.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Distribusi Zakat Harus Berbasis Data Sosial Nasional
Bupati Bone Perintahkan Pembentukan Kios Pangan di Setiap Kecamatan Jelang Ramadan
Kemensos Setujui Pembangunan Sekolah Rakyat di Luwu Timur
Siswi SMP Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kali Terpencil Sikka