murianetwork.com - Gereja di kota bersejarah Betlehem di Tepi Barat membuat dekorasi Natal tahun penuh dengan makna mendalam.
Sebab dekorasi menggunakan puing alih-alih pohon Natal sebagai reaksi atas serangan Israel di Gaza.
Hal itu pun sempat menyita perhatian banyak orang di tengah konflik Israel dan Palestina yang semakin berkecamuk di saat perayaan Natal.
Baca Juga: Lima Ide Kreatif Mendekorasi Rumah Ruang Terbatas dengan Pohon Natal, Simak Ulasannya
"Saat genosida terjadi atas warga kami di Gaza, kami tidak bisa merayakan kelahiran Yesus Kristus tahun ini dengan cara apapun. Kami merasa tidak ingin merayakannya,” kata pendeta Munzir Ishak dari Gereja Evangelical Lutheran Christmas di Betlehem kepada Anadolu.
Sementara jalan-jalan di negara-negara mayoritas Kristen didekorasi meriah dan kota-kota dipenuhi cahaya selama Natal, gereja-gereja di wilayah Palestina yang diduduki menahan diri dari kegiatan perayaan yang berlebihan, membatasi perayaan Natal hanya pada doa dan ritual sakral.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April