Oleh karena itu, alih-alih mendekorasi pohon Natal tahun ini, gereja tersebut memilih dekorasi yang terbuat dari puing-puing yang melambangkan kehancuran di Gaza.
Dekorasi tersebut adalah gundukan yang terbuat dari potongan beton di sekitar pohon zaitun, dan di tengah gundukan ditempatkan mainan bayi untuk mengingatkan bayi yang terperangkap di bawah puing-puing.
Di sekitar puing-puing itu, disusun pula cabang pohon yang patah, beberapa patung dan lilin-lilin.
Ishak mengatakan memasang dekorasi puing alih-alih pohon Natal di Gereja adalah pesan bagi mereka sendiri dan dunia.
Baca Juga: Diduga Tak Mau Bayar Usai Open BO, Seorang Pria di Bekasi Tewas Dikeroyok Massa
"Pesan kami kepada diri kami sendiri adalah: Tuhan bersama kami dalam kesakitan. Kristus lahir dalam solidaritas dengan mereka yang kesakitan dan menderita. Tuhan menyertai mereka yang tertindas,” katanya.
"Kedua, kami ingin menyampaikan pesan kepada gereja di seluruh dunia: 'Sayangnya, Natal di Palestina seperti ini. 'Baik Kristen maupun Muslim, inilah keadaan yang kami jalani di Palestina," ujar Ishak.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: rubicnews.com
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri