Laporan yang mengejutkan datang dari Iran pada Jumat lalu. Sebuah organisasi HAM independen, Iran Human Rights, mengungkapkan bahwa setidaknya 51 orang telah kehilangan nyawa dalam aksi unjuk rasa yang melanda negara itu. Angka itu didapat dari perhitungan mereka sendiri.
“Sebanyak 51 orang demonstran, termasuk sembilan anak di bawah 18 tahun, terbunuh,” tegas pernyataan LSM tersebut, yang dikutip oleh kantor berita AFP.
“Ratusan lainnya terluka pada 13 hari pertama protes di seluruh Iran,” sambungnya.
Gelombang demo ini sebenarnya sudah dimulai sejak Desember tahun lalu. Awalnya, kemarahan warga menyala lantaran biaya hidup yang melambung tinggi, imbas dari nilai mata uang rial yang terus merosot. Mereka membanjiri jalanan di Teheran dan kota-kota besar lainnya.
Namun begitu, situasinya kian berkembang. Kini, amarah massa tak lagi hanya soal ekonomi. Suara-suara penentang mulai mengarah langsung pada kekuasaan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Unjuk rasa pun kian meluas dan memanas.
Artikel Terkait
Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Terkunci, 16 Tim Siap Bertarung
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana