Di sisi lain, Israel justru bersikap sebaliknya. Militer mereka mengumumkan rencana untuk melanjutkan perang setidaknya tiga minggu ke depan, berkoordinasi dengan sekutu AS mereka.
Defrin menegaskan operasi mereka tidak terikat jadwal. Tujuannya jelas: melemahkan rezim Iran secara signifikan. Serangan kali ini, menurutnya, telah memicu perkembangan baru. Kelompok Hizbullah Lebanon akhirnya memutuskan untuk terjun ke dalam konflik, berbeda dengan perang singkat musim panas lalu.
“Dulu mereka paham itu operasi terbatas, jadi mereka tidak menyerang. Sekarang setelah semuanya terungkap, mereka ikut serta,” papar Defrin.
Jadi, sementara Iran menyerukan syarat-syarat perdamaian, pihak sebelah justru menyiapkan rencana eskalasi yang lebih panjang. Jarak pandang kedua belah pihak tampaknya masih sangat jauh.
Artikel Terkait
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung