Suasana di Pendopo Delta Wibawa sore itu terasa hangat dan syahdu. Menjelang buka puasa, seribu anak yatim dari berbagai panti asuhan di Sidoarjo berkumpul. Mereka adalah tamu utama dalam Safari Ramadhan 1447 H yang digelar Pemkab setempat. Acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan wujud nyata santunan dan perhatian untuk mereka.
Rangkaian kegiatan sosial ini sendiri merupakan hasil kolaborasi yang cukup solid. Pemkab Sidoarjo menggandeng Baznas setempat, lalu didukung pula oleh Baznas Jatim dan Yayasan Siantar Top Peduli. Intinya, semua pihak bersinergi untuk satu tujuan: menghadirkan kebahagiaan di bulan suci.
Di atas panggung, santunan diserahkan secara simbolis. Bupati Sidoarjo H. Subandi tampak didampingi sejumlah tokoh. Ada Wakil Ketua I Baznas Jatim KH. Masnuh, Ketua Baznas Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar, dan Ketua Yayasan Siantar Top Peduli Niluh Kusuma Dewi. Kehadiran Kepala Kemenag Sidoarjo H. Mufi Imron Rosyadi juga menegaskan nuansa religius acara ini.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menekankan tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan anak yatim. Baginya, mereka adalah aset berharga masa depan bangsa yang tidak boleh diabaikan.
"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memberikan perhatian bagi anak-anak yatim melalui dukungan kerja sama dengan Baznas Sidoarjo dan PT. Siantar Top," tegas Subandi, Senin (16/3/2026).
Ia mengajak semua pihak untuk turut peduli. Hanya dengan kepedulian kolektif, kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak ini bisa terjamin. Komitmen itu salah satunya diwujudkan lewat program beasiswa.
"Insyaallah pemerintah daerah selalu memberikan bea siswa kepada anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Sidoarjo," ucapnya.
Tak lupa, Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para pengasuh panti. Pola asuh dan kedisiplinan, menurutnya, adalah kunci utama.
"Saya titip anak-anaknya nggeh Bu, kalau waktunya ngaji harus disuruh ngaji, kalau waktunya belajar, anak-anak diingatkan belajar, jangan sampai anak-anak yang tidak punya orang tua ini pendidikannya tertinggal gara-gara HP," pesannya dengan nada haru.
Di sisi lain, Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Yayasan Siantar Top Peduli untuk program serupa sudah berjalan empat tahun. Ia berharap kolaborasi ini bisa berkembang, tidak cuma di acara santunan, tapi merambah ke program lain seperti pendidikan.
"Doa kami adalah semoga Siantar Top Peduli menjadi perusahaan yang benar-benar sukses," ucapnya.
Sementara itu, dari Baznas Jatim, KH. Masnuh memberikan apresiasi. Dukungan Pemkab Sidoarjo, dalam pandangannya, telah membuat Baznas setempat menjadi salah satu yang paling aktif di Jawa Timur.
"Saya harap kepada teman-teman Baznas Sidoarjo untuk selalu aktif, aktif dan aktif," pintanya penuh semangat.
Harapan serupa datang dari pihak donatur. Ketua Yayasan Siantar Top Peduli, Niluh Kusuma Dewi, berharap bantuan yang diberikan sore itu bisa membawa kebahagiaan dan manfaat nyata. Ia juga ingin aksi sosial seperti ini menginspirasi perusahaan lain.
"Besar harapan kami apa yang kami lakukan pada sore ini akan membawa kebahagiaan kepada anak-anak sekalian dan berdampak positif, mungkin bisa ditiru perusahaan-perusahaan lainnya," harapnya.
Acara pun ditutup dengan buka puasa bersama. Suara riuh rendah anak-anak dan senyum sumringah mereka menjadi pemandangan yang paling berkesan dari seluruh rangkaian kegiatan itu.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi