BEI Keluarkan 6 Saham dari Papan FCA, Perdagangan Kembali Normal
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan enam saham dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). Keputusan ini berarti keenam saham tersebut akan kembali diperdagangkan secara normal di pasar reguler.
Daftar Saham yang Keluar dari Papan FCA
Keenam saham yang dikeluarkan dari papan FCA BEI tersebut adalah:
- PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)
- PT First Media Tbk (KBLV)
- PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)
- PT Timah Tbk (TINS)
Tanggal Efektif Perubahan Perdagangan Saham
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyatakan bahwa perubahan status perdagangan ini mulai efektif pada tanggal 22 Oktober 2025.
Alasan Awal Masuk ke Papan FCA
Saham-saham tersebut sebelumnya dimasukkan ke dalam papan FCA karena memenuhi Kriteria 10 peraturan BEI. Aturan ini menyebutkan bahwa saham yang terkena suspensi perdagangan selama lebih dari satu hari akan dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus.
Kasus Saham BUVA dan FAST
Sebelum dikeluarkan, saham BUVA mengalami lonjakan harga yang sangat tajam. Saham emiten perhotelan ini melonjak 82% dalam satu bulan dan bahkan lebih dari 1.200% sejak awal tahun 2025.
Sementara itu, saham FAST juga sempat mengalami kenaikan signifikan sebelum akhirnya terkoreksi. Keputusan BEI memasukkan FAST ke papan FCA sebelumnya menyebabkan sahamnya menyentuh batas auto reject bawah (ARB) selama enam hari berturut-turut, turun dari Rp720 menjadi Rp432 atau setara dengan penurunan 46%.
Dengan dikeluarkannya keenam saham ini dari papan FCA, investor dapat kembali melakukan transaksi jual beli saham BEEF, BUVA, FAST, KBLV, RANC, dan TINS dengan mekanisme perdagangan reguler yang normal.
Artikel Terkait
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan
OJK: Arus Dana Asing Keluar Akibat Geopolitik Global, Bukan Fundamental Ekonomi Domestik
IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen ke 7.086, Seluruh Sektor Hijau di Awal Perdagangan
BNI Peringatkan Nasabah soal Modus Penipuan Digital yang Incar Data Sensitif Perbankan