Dalam sebuah wawancara yang cukup mengejutkan, mantan Presiden Donald Trump mengungkapkan detail operasi militer AS yang sebelumnya terselubung. Menurutnya, sebuah senjata rahasia yang dijuluki "The Discombobulator" berperan kunci saat pasukan khusus Delta Force bergerak untuk menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di Caracas awal Januari lalu.
"The Discombobulator. Saya tidak diizinkan untuk membicarakannya," ujar Trump kepada The New York Post.
Dia mengaku senjata itulah yang membuat alat tempur Venezuela lumpuh total. Roket-roket buatan Rusia dan China yang mereka miliki, kata Trump, sama sekali tak bisa diluncurkan.
"Mereka sudah siap untuk kami. Tapi kami datang, mereka menekan tombol dan tidak ada yang berfungsi," paparnya.
Sebelumnya, Trump pernah menyebut soal AS mematikan "hampir semua lampu di Caracas" saat operasi itu berlangsung. Hanya saja, waktu itu dia tak merinci caranya. Kini, sepertinya dia memberikan petunjuk lebih jelas.
Di sisi lain, ancaman Trump tak berhenti di Venezuela. Dia kembali menyuarakan rencana serangan militer darat terhadap kartel narkoba, yang wilayah operasinya bisa mencakup Meksiko. "Bisa di mana saja," tegasnya ketika ditanya tentang kemungkinan serangan di Amerika Tengah atau Meksiko.
Artikel Terkait
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung