Kuba Pamer Kekuatan Militer, Jawab Ancaman Trump dengan Parade Tank

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25 WIB
Kuba Pamer Kekuatan Militer, Jawab Ancaman Trump dengan Parade Tank

Latihan ini adalah bagian dari doktrin “Perang Seluruh Rakyat”. Intinya, mempersiapkan mobilisasi massal warga sipil jika konflik bersenjata benar-benar pecah. Sebuah langkah defensif yang terlihat matang, sekaligus putus asa.

Di sisi lain, ketergantungan ekonomi Kuba pada Venezuela memang bukan rahasia. Sejak embargo AS berlangsung, minyak murah dari Caracas jadi penopang vital. Itu adalah warisan kesepakatan era Hugo Chavez. Sekarang, dengan Maduro ditangkap dan puluhan pasukan keamanan termasuk dari Kuba tewas dalam serangan 3 Januari lalu, keran itu terancam ditutup paksa oleh Washington.

Diaz-Canel membalas ancaman Trump dengan nada keras di media sosial.

Rentetan peristiwa ini memanas setelah Trump juga membagikan postingan yang menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bisa jadi presiden untuk Kuba. “Kedengarannya bagus!” komentar Trump ringkas. Ia kemudian menegaskan lagi bahwa layanan keamanan yang diberikan Kuba untuk Venezuela sudah berakhir, menyusul tewasnya banyak personel Kuba dalam serangan di Caracas.

Situasinya runyam. Havana seperti terjepit. Di satu sisi, sumber daya vitalnya terancam putus. Di sisi lain, ancaman militer terbuka dari negara adidaya di seberang laut. Latihan militer barusan mungkin hanya puncak gunung es dari persiapan yang lebih besar. Mereka jelas tak mau jadi Venezuela berikutnya. Tapi apakah cukup dengan parade tank dan pidato berapi-api? Waktu yang akan menjawab.


Halaman:

Komentar