Latihan Militer Kuba: Persiapan Hadapi Ancaman AS
Havana tampaknya tak mau main-main. Di bawah pengawasan langsung Presiden Miguel Diaz-Canel, angkatan bersenjata Kuba baru saja menggelar latihan militer yang melibatkan unit-unit tank. Latihan ini bukan sekadar rutinitas. Menurut sejumlah analis, ini adalah sinyal keras bahwa negara pulau itu tak berniat untuk bernasib seperti Venezuela, sekutu utamanya yang baru saja diguncang intervensi AS.
Diaz-Canel sendiri hadir di lapangan, didampingi Menteri Angkatan Bersenjata Jenderal Alvaro Lopez Miera dan sejumlah perwira tinggi. Suasana tegang terasa. Dalam siaran televisi pemerintah, presiden itu bersuara lantang.
Pernyataannya jelas merupakan jawaban atas ancaman dari Washington. Beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka memperingatkan Kuba agar “membuat kesepakatan” atau menghadapi konsekuensi serupa dengan Venezuela. Trump bahkan menyebut aliran minyak dan uang dari Caracas ke Havana akan diputus total.
Namun begitu, Havana justru menunjukkan taring. Dewan Pertahanan Nasional mereka baru saja mengadakan pertemuan khusus. Tujuannya, meningkatkan kesiapan dan kohesi kepemimpinan negara. Yang lebih mencolok, dewan itu dikabarkan telah menganalisis dan menyetujui rencana transisi menuju “Keadaan Perang”. Rinciannya memang tidak diungkap, tapi istilah itu sendiri sudah cukup membuat bergidik.
Artikel Terkait
Luanniao: Kapal Induk Angkasa China, Ambisi Nyata atau Senjata Psikologis?
Timur Tengah Genting, Negara Tetangga Iran Justru Khawatir AS Serang
Ketika Dunia Memanas, Inilah 10 Negara yang Bisa Jadi Tempat Berlindung
Rencana Rahasia Kanada: Siapkan Perang Gerilya Jika AS Invasi